Gagal Tangkal Ekstrem Kanan, Menhan Jerman Pecat Direktur Intelijen Militer

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 14:34 WIB
Jakarta -

Menteri pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer membebastugaskan Direktur Badan Intelijen Militer, MAD Christof Gramm mulai 1 Oktober, kata Kementerian Pertahanan dalam sebuah pernyataan yang dirilis di Berlin, Kamis (24/9).

Menteri Pertahanan telah memutuskan "dengan persetujuan yang bersangkutan untuk membebaskan Christof Gramm dari perannya mulai bulan mendatang," kata seorang juru bicara kementerian. "Penggantinya akan segera diputuskan," tambahnya.

Menhan Annegret Kramp-Karrenbauer diberitakan berkunjung ke markas MAD di Kln hari Kamis dan berbicara panjang lebar dengan Christof Gramm.

Ekstrem kanan di militer Jerman

Pengamat menilai langkah tersebut sebagai upaya Menteri Pertahanan mendorong reformasi di tubuh badan intelijen miiter, setelah serangkaian skandal yang melibatkan ekstremis sayap kanan di militer Jerman, Bundeswehr, terungkap.

Beberapa insiden dalam beberapa bulan terakhir menimbulkan kekhawatiran tentang pengaruh ekstrem kanan dan pandangan neo-Nazi di Bundeswehr. Bulan Juni lalu, Menteri Pertahanan Annegret Kramp-Karrenbauer mengumumkan pembubaran satu unit di pasukan elit militer, KSK, karena masalah ekstrimisme sayap kanan di jajarannya.

Seorang kapten KSK sebelumnya menulis surat kepada Menteri Pertahanan dan menuduh instruktur dan komando senior di unit KSK mengembangkan "budaya beracun" dengan slogan-slogan dan ritual neo-Nazi.

Pada bulan Mei, polisi menyita senjata, bahan peledak dan amunisi selama penggerebekan di rumah seorang anggota KSK.

MAD dianggap gagal menangkal Neo-Nazi

Lahir tahun 1958, Christof Gramm dari partai CDU mengepalai MAD sejak 2015. Salah satu tugas utama Militrischer Abschirmdienst, disingkat MAD, adalah memantau kecenderungan ekstremis dalam pasukan dan mengungkap orang-orang yang terlibat atau kemungkinan adanya jaringan. Namun MAD belakangan dituduh tidak menggunakan semua kemungkinan intelijen untuk menangkal ekstrem kanan dan neo-Nazi di militer.

Tahun 2017, seorang anggota militer Franco A. ditangkap, setelah dia berhasil menyamar sebagai pengungsi Suriah dan menerima bantuan pengungsi dari pemerintah Jerman. Menurut penyelidikan, Franco A. bermaksud melakukan serangan teror mematikan, yang nantinya disangkakan kepada pengungsi Suriah.

Wakil Ketua Fraksi Partai Hijau, Konstantin von Notz mengatakan, mengingat insiden ekstremisme kanan baru-baru ini, perubahan di pucuk pimpinan MAD memang "tidak bisa dihindari". Dia mengatakan, pengganti Christof Gramm sekarang harus segera ditemukan.

hp/gtp (dpa, rtr)

(ita/ita)