Pengawalnya Positif Corona, Menlu Jerman Harus Dikarantina

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 10:11 WIB
Jakarta -

Menlu Jerman Heiko Maas harus dikarantina setelah salah satu pengawalnya tertular virus corona, kata Kementerian Luar Negeri di Berlin hari Rabu (23/9). Tapi tes awal yang dilakukan terhadap Heiko Maas, 54 tahun, menunjukkan hasil negatif.

Begitu mengetahui ada pengawalnya tertular Covid-19, Heiko Maas langsung melakukan tes dan pulang ke rumahnya. Dia melanjutkan kerjanya dari rumah dan mengambil bagian dalam beberapa konferensi video, kata Kementerian Luar Negeri.

Menlu Jerman terpaksa membatalkan rencana perjalanan ke ibu kota Yordania, Amman, yang tadinya dijadwalkan Rabu sore, di mana dia akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Prancis dan Yordania.

Menteri Ekonomi Peter Altmaier juga harus karantina corona

Menteri Ekonomi Jerman Peter Altmaier Rabu malam lewat Twitter juga mengatakan, dia akan melakukan isolasi diri karena salah satu staf menteri Uni Eropa diketahui positif Covid-19.

"Sore ini saya mengetahui bahwa seorang pegawai menteri Uni Eropa pada pertemuan para menteri perdagangan Uni Eropa di Berlin telah dites positif virus corona. Sebagai tindakan pencegahan, saya akan melakukan karantina di rumah, tulis Peter Altmaier, yang berusia 62 tahun. Dia menambahkan, dirinya sudah dites negatif dan ada dalam keadaan baik.

Heiko Maas dan Peter Altmaier bukan anggota pemerintah pertama yang harus mengisolasi diri. Kanselir Angela Merkel menghabiskan dua minggu dalam karantina rumah pada Maret lalu, setelah dia melakukan kontak dengan dokter yang dites positif virus corona. Namun Merkel sendiri dites negatif.

Wilayah di 11 negara Uni Eropa jadi kawasan berisiko tinggi

Kementerian Luar Negeri Jerman Rabu malam mengumumkan peringatan perjalanan baru terhadap beberapa wilayah di 11 negara di Uni Eropa, yang dikategorikan sebagai daerah berisiko tinggi. Itu berarti setiap orang yang datang dari kawasan itu wajib melakukan tes Covid-19 dan menjalani karantina sampai 14 hari.

Daftar kawasan dan negara berisiko tinggi setiap saat diperbarui oleh badan pengawasan dan pengendalian pandemi Jerman, Robert Koch Institute (RKI) dan diumumkan di situs internet Kementerian Luar Negeri.

Kawasan baru di Uni Eropa yang masuk zona merah antara lain beberapa wilayah di Denmark, Republik Ceko, Prancis, Austria, dan Belanda. Secara keseluruhan, Jerman sekarang menetapkan wilayah di 14 dari 27 negara anggota Uni Eropa sebagai kawasan berisiko tinggi.

hp/vlz (dpa, afp)

(ita/ita)