30 Tahun Reunifikasi Jerman: Masih Ada Kesenjangan Antara Barat dan Timur

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 16:57 WIB
Berlin -

Laporan Reunifikasi Jerman dirilis di Berlin hari Rabu (16/09) dan memuat penilaian dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat. Pejabat Urusan Wilayah Timur Marco Wanderwitz ketika memperkenalkan laporan itu mengatakan, pemerintah Jerman memandang proses "penyatuan ke dalam" masih belum berakhir.

"Masih banyak yang harus dilakukan," kata Marco Wanderwitz, namun dia secara keseluruhan menarik neraca positif menjelang peringatan 30 Tahun Reunifikasi Jerman pada 3 Oktober 2020.

Sekarang ada lebih banyak yang menyatukan daripada yang memisahkan kita, jelasnya. Dia mengakui, masih ada masalah struktural yang menyebabkan kondisi kehidupan di wilayah timur berbeda dengan di wilayah barat, terutama dalam perkembangan ekonomi.

30 tahun setelah reunifikasi masih ada kesenjangan

Perekonomian di wilayah timur Jerman sekarang sudah meningkat empat kali lipat dibandingkan dengan situasi tahun 1990, ketika Jerman Timur secara resmi membubarkan diri dan bergabung ke wilayah kedaulatan Jerman Barat. Tapi tetap saja, angka pengangguran di wilayah timur jauh lebih tinggi daripada di wilayah barat, sekalipun kesenjangannya sekarang memang makin kecil dibandingkan dulu.

Laporan Reunifikasi Jerman menyebutkan, wilayah timur masih kekurangan "kawasan ekonomi kuat" yang berorientasi internasional untuk meningkatkan lapangan kerja yang atraktif dan memadai.

Struktur ekonomi di wilayah timur terdiri dari perusahaan-perusahaan kecil dalam jumlah besar, yang tidak saling mendukung dan bersinergi seperti di wilayah barat. Karena itu, belum ada kawasan di wilayah timur yang secara industri terintegrasi seperti di wilayah barat, dengan kehadiran perusahaan-perusahaan multinasional.

Membangun sebanyak mungkin Tesla

Tingkat pendapatan di wilayah timur menurut Laporan Reunifikasi mencapai sekitar 86 persen, dibanding tingkat pendapatan di wilayah barat. Namun di beberapa tempat, perbedaan itu jadi tidak mencolok karena harga properti dan sewa rumah di wilayah timur misalnya masih lebih rendah daripada di wilayah barat.

Secara keseluruhan, bahkan belum ada satu wilayah di Jerman bagian timur yang memiliki daya beli setara dengan wilayah yang punya daya beli terendah di Jerman bagian barat. Sekalipun harga bahan pangan misalnya lebih murah di wilayah timur, namun infrastruktur masih lemah, sehingga orang harus menempuh jarak cukup jauh untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Ini berbeda dengan situasi di wilayah barat, supermarket tersebar hampir di setiap sudut jalan dan sampai di kampung-kampung.

Untuk mengatasi kesenjangan struktural itu, pemerintah Jerman sekarang bermaksud menempatkan beberapa "sentra teknologi masa depan" di wilayah timur. Marco Wandwerwitz menyebut antara lain sentra penelitian tentang mobilitas, sentra penelitian dan produksi bahan bakar hidrogen, digitalisasi dan kecerdasan buatan. Ini adalah prinsip "mercuar", jelasnya.

"Kita perlu membangun sebanyak mungkin Tesla" kata Marco Wanderwitz, mengacu pada pembangunan Tesla Gigafactory Germany di negara bagian Brandenburg, dekat Berlin. Pabrik yang pembangunannya diresmikan langsung oleh pendiri Tesla, Elon Musk, akan menjadi pusat produksi mobil listrik termutakhir di Eropa dengan 7.000 lapangan kerja.

hp/ha (dpa, afp, rtr)

(nvc/nvc)