Melemahnya Ekonomi Global Akibat Pandemi Corona Tak Seburuk yang Diduga

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 13:36 WIB
dw
Kantor pusat OECD di Paris
Jakarta -

Pukulan terhadap perekonomian global akibat dampak dari pandemi virus corona tidak akan sedrastis dari yang diperkirakan semula, kata Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi OECD dalam rilisnya hari Rabu (16/9). Namun OECD juga menekankan, pemulihan ekonomi kemungkinan akan berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan.

Upaya di berbagai negara untuk melawan dampak ekonomi akibat kebijakan lockdown dan pembatasan sosial berhasil meringankan pukulan finansial bagi perusahaan dan individu, kata forum kebijakan politik yang berbasis di Paris itu.

Menurut perkiraan terbaru, output ekonomi global akan berkontraksi sebesar 4,5 persen pada tahun 2020, lebih rendah dari perkiraan dari bulan Juni sebesar 6,0 persen.

Perkiraan itu mengasumsikan bahwa wabah corona akan diredam secara lokal dan tidak dengan lockdown secara nasional, kata OECD.

Dampak ekonomi tak seburuk yang disangka, tapi pemulihan juga lambat

Perdagangan global diperkirakan anjlok lebih dari 15 persen pada paruh pertama tahun 2020 dan pasar tenaga kerja yang dilanda kekacauan akibat pandemi corona memaksa bisnis di seluruh dunia untuk menutup pintu, menghentikan jalur produksi, dan mengurangi jam kerja.

"Tanpa dukungan kebijakan yang cepat dan efektif yang diperkenalkan di banyak negara untuk meredam dampak guncangan pada pendapatan rumah tangga dan perusahaan, kontraksi dalam output dan pekerjaan akan jauh lebih besar," kata OECD.

Tetapi pemulihan pada tahun 2021 juga diperkirakan akan berlangsung lambat dan lebih lemah dari perkiraan sebelumnya.

OECD mengatakan, output ekonomi global akan tumbuh sebesar 5,0 persen pada 2021, turun dari perkiraan sebelumnya 5,2 persen.

"Prospek ekonomi tetap sangat tidak pasti, dengan pandemi COVID-19 terus memberikan dampak besar pada ekonomi dan masyarakat," OECD menekankan.

Hanya Cina yang melihat pertumbuhan positif

Menurut perkiraan terbaru, ekonomi zona euro diperkirakan akan menyusut 7,9 persen tahun ini, dengan Jerman, ekonomi terbesar di kawasan itu, akan berkontraksi sebesar 5,4 persen.

AS, ekonomi terbesar dunia, akan melihat pertumbuhan negatif minus 3,8 persen, lebih baik dari perkiraan sebelumnya, minus 7,3 persen.

Hanya ekonomi Cina yang diperkirakan akan melihat pertumbuhan positif tahun ini, dengan analis sekarang memperkirakan pertumbuhan 1,8 persen, lebih baik dari perkiraan sebelumnya minus 2,6 persen.

Lebih jauh OECD mengatakan bahwa perkembangan ekonomi akan bergantung pada faktor-faktor seperti gelombang infeksi baru, langkah-langkah pembatasan, penyebaran vaksin, dan efek dari langkah-langkah kebijakan fiskal dan moneter selanjutnya.

hp/gtp (afp, rtr)

Tonton juga video 'Erick Thohir Bandingkan Ekonomi RI dengan Negara G20: Kita Lebih Baik':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)