Trump Sangkal Perubahan Iklim Dalang Kebakaran Hutan AS

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Selasa, 15 Sep 2020 14:57 WIB
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari Senin (14/09), membantah perubahan iklim sebagai penyebab kebakaran hutan yang telah melanda negara-negara bagian barat AS, antara lain California, Oregon, dan Washington.

Dalam kunjungannya ke California, Trump menyangkal argumen pejabat setempat yang mengatakan bahwa iklim yang memanas menjadi penyebab di balik kebakaran tersebut.

"(Suhu) akan menjadi lebih dingin, lihat saja," kata Trump.

Trump menyebut kebakaran hutan terjadi karena buruknya pengelolaan hutan. Dia juga menuduh pejabat setempat lalai dalam melaksanakan prosedur pembukaan lahan yang benar.

Kepala Badan Sumber Daya Alam California, Wade Crowfoot, mendesak Trump untuk mengakui bahwa perubahan iklim turut andil dalam penyebab kebakaran alih-alih menyalahkan buruknya pengelolaan hutan. Crowfoot juga menekankan perlunya "bekerja sama dengan ilmu pengetahuan."

"Saya harap ilmu pengetahuan sependapat dengan Anda," kata Crowfoot yang kemudian dibalas Trump: "Saya rasa ilmu pengetahuan sebenarnya tidak tahu."

Gubernur California Gavin Newsom, yang berpendapat bahwa perubahan iklim merupakan faktor utama terjadinya kebakaran, mengakui perlunya pengelolaan hutan yang lebih baik tetapi menyoroti bahwa masalah yang ada sebenarnya lebih dari sekadar pengelolaan.

"Suhu semakin panas, musim kemarau semakin kering," ujarnya. "Kami menggunakan ilmu pengetahuan dan bukti yang diamati terbukti dengan sendirinya: bahwa perubahan iklim itu nyata dan semakin memperburuk (kebakaran)," sambung Newsom.

Kebakaran yang terus melanda wilayah California, Oregon, dan Washington, telah menewaskan sedikitnya 35 orang sejak awal musim panas dan memaksa ribuan orang mengungsi dari rumah mereka.

Hampir 5 juta hektar lahan dilaporkan hangus.

Biden: Trump perusak iklim

Sebelumnya, rival Trump dalam pilpres AS November mendatang, Joe Biden menyerang Trump dengan menyebutnya sebagai "perusak iklim."

"Kita membutuhkan seorang presiden yang menghormati ilmu pengetahuan, yang paham bahwa dampak perubahan iklim sudah ada di sini, dan, jika kita tidak mengambil tindakan darurat, itu akan menjadi bencana yang lebih besar," ujar Biden di Delaware.

Biden berjanji jika dia menang dalam pilpres November mendatang, ia akan membawa AS kembali bergabung dalam Perjanjian Iklim Paris. Mantan wakil presiden AS periode 2008-2016 ini mengatakan akan fokus mengembangkan sumber energi berkelanjutan.

rap/gtp (AFP, dpa)

(ita/ita)