Jerman Bantu India dengan 330 Ribu Alat Tes Corona dan Pinjaman Darurat

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Senin, 07 Sep 2020 17:21 WIB
Jakarta -

Menteri Kerjasama Pembangunan Jerman Gerd Mller mengatakan Jerman secara signifikan memperluas program bantuan corona ke India, ketika kasus infeksi Covids-19 di negara itu melonjak dengan cepat. Angka infeksi India saat ini menyusul Brasil dan menduduki posisi kedua tertinggi di dunia setelah Amerika Serikat.

Gerd Mller mengatakan kepada wartawan hari Minggu (6/9), Jerman akan memberi India 330.000 alat tes Covid-19 dan 600.000 perangkat pakaian pengaman dengan nilai total 15 juta euro. Dia menekankan, bantuan itu ditujukan untuk "memperlambat penyebaran lebih lanjut" Covid-19 di negara itu.

Kementerian Kerjasama Pembangunan juga akan memberikan pinjaman darurat jangka pendek senilai 460 juta euro kepada India.

"Dengan cara ini, kami bekerja sama untuk memastikan bahwa makanan dapat didistribusikan kepada 800 juta orang dan bahwa bantuan darurat dapat diberikan kepada 320 juta orang yang kehilangan pekerjaan selama krisis virus corona," kata Gerd Mller. Dia menyebut program bantuan Jerman sebagai "salah satu bantuan dukungan virus corona terbesar di dunia."

Angka Covid-19 India sekarang peringkat 2 dunia

Angka infeksi corona di India meningkat tajam dan sampai hari Senin (7/9) negara itu menyusul Brasil menjadi negara dengan angka infeksi kedua terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat.

Menurut data-data dari Johns Hopkins University, dalam 24 jam terakhir India mendapat tambahan kasus sehingga secara keseluruhan tercatat ada 4,2 juta kasus infeksi, di belakang Amerika Serikat yang mencatat 6,2 juta kasus infeksi

Kementerian Kesehatan India hari Senin melaporkan 1.016 kasus kematian, menambah angka kematian total menjadi total 71.642. Dalam sebulan terakhir, India mencatat 2 juta kasus infeksi baru dan virus corona telah menyebar ke seluruh negeri, sampai ke kota-kota kecil dan desa-desa, kata pemerintah India.

Jaringan kereta Metro Delhi kembali beroperasi

Para pakar kesehatan khawatir, jumlah kasus Covid-19 yang sebenarnya jauh lebih tinggi, karena banyak kasus infeksi yang tidak dilaporkan.

India sempat memberlakukan lockdown untuk mengekang penyebaran virus, namun pemerintah kemudian memutuskan pelonggaran pembatasan sosial dalam upaya untuk menghidupkan kembali ekonomi.

Hari Senin (7/9), jaringan kereta api Metro Delhi, sistem transit cepat yang melayani New Delhi dan daerah sekitarnya, kembali beroperasi. Namun hanya penumpang tanpa gejala yang diizinkan naik ke kereta api. Penumpang sebelumnya diukur suhu tubuhnya dan selama di kereta wajib menggunakan masker pelindung wajah dan menjaga jarak aman.

Jaringan kereta api Metro Delhi adalah jaringan transportasi terbesar di India. Sebelum pandemi corona, Metro Delhi rata-rata melayani 2,6 juta penumpang setiap hari.

hp/vlz (dpa, afp)

(ita/ita)