Pendatang dari Kawasan Risiko Tinggi Wajib Tes Corona di Jerman

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Jumat, 07 Agu 2020 13:37 WIB
Jakarta -

Setelah jumlah infeksi baru Covid-19 di Jerman selama beberapa hari terakhir meningkat, Menteri Kesehatan Jens Spahn hari Kamis (6/8) mengumumkan kewajiban tes corona bagi semua pendatang dari kawasan risiko, sebagaimana ditetapkan oleh lembaga pengendalian pandemi Robert-Koch-Institut (RKI). Selama ini tes corona memang sudah dilakukan di bandara-bandara, tetapi bersifat sukarela.

"Pandemi ini belum berakhir", kata Jens Spahn di Berlin. Mereka yang menolak tes corona bisa dikenakan sanksi denda sampai 25.000 euro, tambahnya. Tingginya denda akan ditentukan oleh masing-masing negara bagian.

Kebijakan ini diambil menjelang berakhirnya liburan musim panas di berbagai negara bagian dan orang-orang yang berlibur ke luar negeri mulai berdatangan kembali ke Jerman.

Robert-Koch-Institut mengatakan ada peningkatan angka infeksi harian selama beberapa hari terakhir. Pada hari Rabu (5/8) angka infeksi harian mencapai 1.045 kasus. Inilah pertama kalinya infeksi harian melampaui angka 1.000 sejak satu bulan terakhir.

Tes corona wajib tapi tidak dipungut biaya

Angka infeksi harian memang masih jauh dari masa puncak penyebaran pandemi awal April lalu yang mencapai lebih 6.000 kasus per hari. Namun Jens Spahn mengingatkan agar warga lebih berhati-hati.

Minggu lalu, Jerman mulai menawarkan tes gratis bagi orang-orang yang tiba dari negara-negara yang dikategorikan "berisiko tinggi". Menteri Kesehatan Jens Spahn mengatakan, mereka yang kembali dari berlibur kemungkinan berkontribusi pada peningkatan kasus infeksi yang tercatat. Tingkat wisatawan yang melakukan tes positif dua kali lebih tinggi dari rata-rata hasil tes di Jerman, jelasnya.

Di Uni Eropa, kawasan berisiko tinggi adalah Luxembourg, sebagian Spanyol dan kota Antwerpen di Belgia. Sejauh ini, Uni Eropa dan kawasan Schengen dikategorikan sebagai negara berisiko rendah sampai moderat, dengan beberapa pengecualian.

Tolak kritik pembatasan kebebasan individual

Menteri Kesehatan Jens Spahn menolak kritik yang menyatakan wajib tes itu terlalu membatasi kebebasan individual.

"Saya sangat sadar bahwa ini mempengaruhi kebebasan individu, tetapi saya yakin ini adalah intervensi yang dapat dibenarkan,'' katanya. Dia juga menolak gagasan beberapa kalangan bahwa para pelancong harus diwajibkan membayar sendiri tes corona. Tes yang dilakukan di bandara-bandara dan stasiun-stasiun Jerman bagi pendatang dari kawasan berisiko tinggi adalah cuma-cuma.

Jerman selama ini dianggap relatif sukses meredam penyebaran Covid-19. Hingga kini Robert Koch Institut mencatat lebih dari 213.000 kasus infeksi yang terkonfirmasi, dengan 9.175 kasus kematian.

hp/gtp (dpa, ap)

(ita/ita)