Jerman Cabut Peringatan Perjalanan untuk 4 Provinsi di Turki

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 19:11 WIB
Berlin -

Sementara Turki masih dianggap sebagai kawasan risiko tinggi penularan virus Corona, pemerintah Jerman sekarang mencabut peringatan perjalanan untuk empat provinsi, yaitu Antalya, Izmir, Aydin dan Mugla di kawasan pantai barat daya Turki. Hal itu disampaikan jurubicara pemerintah Ulrike Demmer di Berlin hari Selasa (4/8).

"Turki telah mengembangkan konsep pariwisata dan hygiene khusus untuk keempat wilayah ini dalam rangka mewujudkan pariwisata yang aman di bawah kondisi pandemi," kata Ulrike Demmer.

Kementerian Luar Negeri menyatakan, peringatan perjalanan dicabut "dengan syarat bahwa konsep pariwisata dan hygiene yang komprehensif sebagaimana ditetapkan oleh pemerintah Turki dipatuhi secara ketat."

Turki akan meminta para turis yang akan kembali ke Jerman untuk memperlihatkan sertifikat tes virus Corona dengan hasil negatif yang berlaku 48 jam sebelum keberangkatan. Mereka yang dites positif, tidak boleh berangkat dan akan diawasi di bawah karantina atau untuk perawatan.

Turki beberapa kali protes peringatan perjalanan

Pencabutan peringatan perjalanan atas empat provinsi yang menjadi tujuan liburan populer bagi wisatawan dari Jerman muncul setelah pemerintah Turki beberapa kali melayangkan protes. Pemerintah Turki di Ankara mengeluh bahwa peringatan perjalanan yang diberlakukan oleh negara-negara Uni Eropa lebih bermotivasi politik dan tidak didasarkan pada sains. Namun Jerman bersikeras angka penyebaran infeksi di Turki masih di atas batas yang dianggap aman oleh Jerman.

Turki sejauh ini mencatat lebih dari 233.000 kasus infeksi COVID-19, dengan lebih dari 5.700 kasus kematian sejak 11 Maret 2020.

Pada hari Minggu (2/8), Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca mengeluarkan peringatan kepada masyarakat yang terlihat berdesakan di pantai selama liburan Idul Adha. "Gelombang (kunjungan) pertama tiba di pantai. Mari kita berhati-hati selama liburan," tulisnya di Twitter.

Lebih dari 5 juta turis dari Jerman mengunjungi Turki tahun lalu, menurut Menteri Pariwisata Turki Mehmet Nuri Ersoy.

Tujuan wisata favorit Jerman

Sekitar 3 juta dari 80 juta penduduk Jerman memiliki latar belakang etnis Turki, dan tahun lalu Turki menjadi negara tujuan wisata kedua terpopuler setelah Spanyol, kata Asosiasi Bisnis Perjalanan Jerman, DRV.

"Salah satu tujuan wisata favorit orang Jerman sebagian sudah dibuka lagi," kata ketua DRV Norbert Fiebig, menyambut keputusan Kementerian Luar Negeri Jerman. "Ini kabar baik bukan hanya bagi wisatawan melainkan juga bagi bisnis perjalanan," katanya.

Sejauh ini, peringatan perjalanan telah diberlakukan pada sekitar 160 negara di luar Uni Eropa. Peringatan perjalanan itu berlaku hingga 31 Agustus, jika tidak diperpanjang. Minggu yang lalu, Jerman juga memberlakukan peringatan perjalanan untuk tiga wilayah tujuan wisata di Spanyol, yang dinilai berisiko tinggi.

Indonesia masih masuk dalam daftar negara berisiko tinggi di Kementerian Luar Negeri Jerman. "Berdasarkan data penyebaran COVID-19 dan pembatasan yang diberlakukan di sektor penerbangan internasional dan perjalanan… tetap diperingatkan agar tidak melakukan perjalanan wisata ke Indonesia," demikian disebutkan di situs internet Kementerian Luar Negeri Jerman.

hp/as (dpa/afp)

(nvc/nvc)