Terpapar Neonazi, Jerman Resmi Bubarkan Unit Pasukan Elite KSK

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Jumat, 31 Jul 2020 15:58 WIB
Jakarta -

Kementerian Pertahanan Jerman hari Kamis (30/7) secara resmi membubarkan satu unit komando pasukan khusus militer, KSK. Hal itu dilakukan setelah muncul semakin banyak indikasi bahwa satuan itu terpapar paham ekstemisme kanan Nenonazi.

Rencana pembubaran Kompi Dua komando pasukan elit KSK sudah diumumkan bulan lalu oleh Menteri Pertahanan Annegret Kramp-Karrenbauer. Langkah ini adalah bagian dari langkah-langkah yang lebih luas untuk memerangi ekstremisme kanan di dalam angkatan bersenjata Jerman, Bundeswehr.

KSK dibentuk sebagai komando pasukan khusus Bundeswehr pada tahun 1996. Satuan ini khusus bertugas untuk misi penyelamatan sandera dan operasi anti-terorisme. Satuan KSK antara lain dikerahkan dalam operasi-operasi rahasia di Afghanistan, Kosovo dan di Timur Tengah.

Terpapar paham Neonazi

Kompi Dua KSK memang sudah beberapa kali jadi sorotan dalam kaitan dengan Neonazi. Antara lain tahun 2017 ketika para serdadu berpesta dan bermain-main dengan kepala babi sambil mendengarkan musik dari kelompok ekstrem kanan. Mereka juga melakukan penghormatan gaya Nazi dengan tangan kanan yang dijulurkan ke depan, yang dilarang di Jerman.

Pada Mei 2020, polisi menggerebek rumah seorang anggota pasukan Kompi Dua KSK dan menemukan sejumlah bahan peledak serta amunisi yang tersimpan di bawah tanah.

Kompi Dua KSK memiliki anggota sekitar 300 tentara dan banyak staf ahli lain. Sebagian anggotanya sekarang akan dipindahkan ke unit lain dan sisa prajurit yang lain diberikan waktu sampai 31 Oktober untuk membuktikan bahwa mereka layak menjadi anggota KSK, kata kementerian pertahanan.

Menteri Pertahanan Annegret Kramp-Karrenbauer memperingatkan, jika masalah ini terus berlanjut tidak tertutup kemungkinan bahwa seluruh satuan KSK dengan 1400 serdadu akan dibubarkan.

500 anggota Bundeswehr diperiksa terkait paham ekstrem kanan

Penulis dan pakar Bundeswehr Thomas Wiegold mengatakan kepada DW awal Juli, Menteri Pertahanan Annegret Kramp-Karrenbauer sedang "berusaha menyingkirkan bagian-bagian beracun dalam unit ini (Kompi Dua) tanpa membubarkan KSK secara keseluruhan, dan tanpa merusak kemampuan mereka yang memang dibutuhkan."

Sebuah laporan badan intelijen militer Jerman MAD bulan Januari lalu mengungkapkan bahwa ada sekitar 500 tentara Bundeswehr yang sedang diperiksa karena terpapar paham ekstrem kanan.

MAD mengatakan, 20 dari seluruh dugaan kasus ekstremisme kanan yang sedang diproses itu, ada di satuan komando pasukan elit KSK. Sejak lama personil KSK dilaporkan sering terkait dengan kegiatan dan paham Neonazi.

Tonton video 'Belajar dari Jerman dalam Mengatasi Virus Corona':

[Gambas:Video 20detik]



hp/as (dpa, afp, dw)

(ita/ita)