Inggris Borong Jutaan Vaksin Corona Eksperimental BioNTech dan Pfizer

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Selasa, 21 Jul 2020 09:37 WIB
Jakarta -

Pemerintah Inggris sepakat membeli vaksin corona eksperimental yang diproduksi oleh perusahaan bioteknologi asal Jerman, BioNTech, dan Pfizer dari Amerika Serikat. Kesepakatan jual-beli tersebut meliputi pemasokan 30 juta dosis vaksin BNT162 pada tahun 2020 dan 2021.

Namun kesepakatan ini masih "tergantung pada keberhasilan uji klinis dan persetujuan dari pihak berwenang," tulis pernyataan perusahaan bioteknologi yang bermarkas di Mainz, Jerman, Senin (20/07).

Tidak tersedia rincian finansial yang lebih lanjut terkait kesepakatan pembelian vaksin ini.

Kepala eksekutif dan salah satu pendiri BioNTech, Ugur Sahin, menyatakan berterima kasih kepada pemerintah Inggris atas kesepakatan tersebut.

"Kesepakatan ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mengatasi pandemi dengan cara menciptakan pasokan global. Kami sedang berdiskusi dengan beberapa badan pemerintah lain dan berharap untuk segera mengumumkan perjanjian terkait pasokan tambahan," ujar Sahin.

Saat ini tengah berlangsung percobaan fase pertama dan kedua dari empat kandidat vaksin RNA dari BioNTech dan Pfizer di Jerman dan AS. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) baru-baru ini memberikan semacam designasi jalur cepat bagi dua jenis dari vaksin yang tengah dikembangkan. BioNTech dan Pfizer telah merilis hasil awal dari uji coba yang sedang berlangsung dan beberapa ahli menyatakan reaksi positif atas kemajuan tersebut.

Para relawan yang berpartisipasi dalam uji klinis berusia antara 18 dan 55 tahun. Dalam uji tersebut, relawan mengembangkan antibodi terhadap virus yang menyebabkan penyakit Covid-19. Namun demikian, masih belum jelas apakah antibodi tersebut dapat melindungi relawan terhadap infeksi. Untuk uji efektivitasnya kandidat vaksin ini akan dites lebih lanjut pada 30.000 kelompok sampel.

Investasi jutaan dosis vaksin eksperimental

Selain dari BioNTech dan Pfizer, pemerintah Inggris juga mengatakan telah menandatangani kesepakatan pembelian vaksin eksperimental untuk virus corona dari perusahaan lain yaitu Valneva. Jumlah vaksin eksperimental yang akan dibeli mencapai 90 juta dosis.

Inggris sebelumnya juga telah menandatangani kesepakatan dengan perusahaan farmasi dan biofarmasi multinasional, AstraZeneca, untuk menyediakan 100 juta dosis vaksin corona yang sedang diuji oleh Oxford University. Hasilnya diharapkan akan diumumkan pada Senin (20/07).

"Jutaan orang akan divaksinasi agar tahan terhadap virus corona," tulis pernyataan pemerintah Inggris, menyangkut tiga jenis kandidat vaksin berbeda yang mereka pesan..

Meskipun masih belum jelas vaksin mana yang pada akhirnya akan terbukti efektif melawan virus corona, Inggris dan negara-negara kaya lainnya telah berinvestasi membeli vaksin untuk memastikan kecukupan kapasitas produksi. Pengembangan sebuah vaksin tertentu biasanya akan memakan waktu bertahun-tahun.

Tonton video 'Inggris Rencana Buka Berbagai Tempat Layanan Publik':

ae/as (dpa, AP)

(ita/ita)