Aktivis Hong Kong Joshua Wong Minta Jerman Dukung Gerakan Pro-Demokrasi

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 16:21 WIB
Jakarta -

"Permintaan saya kepada pemerintah Jerman: Lihatlah apa yang terjadi di Hong Kong dan suarakan dengan tegas apa yang sedang terjadi," kata aktivis pro demokrasi itu kepada media Jerman hari Jumat (3/7). Dalam sebuah wawancara dengan harian Bild, Joshua Wong mengatakan gerakan pro-demokrasi di Hong Kong "membutuhkan dukungan Eropa saat ini."

Aktivis pro-demokrasi berusia 23 tahun itu sebelumnya mengatakan, ia mundur sebagai salah satu pemimpin kelompok pro-demokrasi Demosisto, karena khawatir organisasi itu akan menjadi target aparat setelah pemerintah di Beijing memberlakukan undang-undang keamanan yang baru untuk wilayah khusus Hong Kong. Demosisto kemudian menyatakan sudah "membubarkan diri".

Kepada harian Jerman, Bild Joshua Wong mengatakan dia tetap berada di garis depan gerakan protes dan akan tetap berada di Hong Kong.

Aktivis tinggalkan Hong Kong

Nathan Law, seorang aktivis pro-demokrasi lain, hari Kamis (2/7) mengumumkan dia sudah meninggalkan Hong Kong untuk menghindari penangkapan.

"Saya sudah meninggalkan Hong Kong dan melanjutkan kerja advokasi di tingkat internasional," kata Nathan Law di akun Facebook. "Berdasarkan penilaian risiko, saya tidak akan mengungkapkan terlalu banyak tentang keberadaan dan situasi pribadi saya sekarang."

"Ketika saya melihat ke bawah pada keindahan Hong Kong dari pesawat terbang, gambaran ini menjadi salah satu pemandangan yang tak terlupakan dalam pikiran saya," tulis Nathan Law. "Saya berharap yang terbaik untuk Hong Kong."

https://www.facebook.com/NathanLawKC/photos/a.645858435565493/2257920621025925

Inggris dan Australia tawarkan izin tinggal dan paspor

Inggris hari Rabu (1/7) mengumumkan akan memperpanjang hak tinggal bagi warga Hong Kong yang memenuhi syarat untuk mendapat apa yang disebut paspor BNO (British National Overseas). Paspor itu diperkenalkan pada 1980-an ketika Hong Kong masih berada di bawah administrasi Inggris. Setelah tinggal selama lima tahun di Inggris, pemegang paspor BNO bisa mengajukan permohonan menjadi warga negara. Tetapi paspor BNO hanya diberikan kepada mereka yang lahir sebelum 1997, sebelum Inggris secara resmi mengembalikan Hong Kong kepada Cina. Pejabat Inggris memperkirakan ada sekitar 2,9 juta warga Hong Kong yang memenuhi persyaratan itu.

Cina mengecam pengumuman Inggris dan mengatakan, semua pemegang paspor BNO di Hong Kong adalah warga negara Cina. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian mengatakan: "Cina mengecam keras hal ini dan berhak membuat langkah tanggapan. Semua konsekuensinya akan ditanggung oleh pihak Inggris. ''

Australia juga mengumumkan opsi serupa dan mengatakan membuka"peluang yang sama" kepada warga Hong Kong seperti yang ditawarkan Inggris. Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan hari Kamis (2/7) kepada wartawan, memang belum ada keputusan yang dibuat soal ini, "tetapi jika Anda bertanya, apakah kami siap untuk melangkah dan memberikan dukungan, jawabannya adalah: ya."

hp/as (rtr, afp, ap)

(ita/ita)