Pecahkan Rekor, 3 Hari Berturut-turut Kasus Harian Corona AS Tembus 50 Ribu

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 13:28 WIB
Washington -

Kamis (02/07), tercatat kasus baru harian COVID-19 di Amerika Serikat (AS) mencapai lebih dari 50 ribu kasus. Ini jadi hari ketiga secara berturut-turut kasus baru di negeri Paman Sam tersebut melebihi angka 50 ribu. Dilansir Reuters, penyebaran virus corona dilaporkan terus meningkat di 37 dari 50 negara bagian AS dalam dua pekan terakhir.

Negara bagian Florida jadi yang paling banyak mencatatkan kasus baru pada Kamis (02/07). Wilayah dengan 21 juta penduduknya tersebut mencatatkan angka kasus baru sebanyak lebih dari 10 ribu kasus dalam sehari, lebih banyak dari kasus baru yang dicatat negara-negara Eropa manapun.

Pada awal Juni, rata-rata kasus baru harian COVID-19 di AS mencapai 22 ribu per hari. Namun, satu bulan berselang, hotspot baru virus corona mulai ditemukan dan menyebar dengan kecepatan yang mengkhawatirkan. Di akhir Juni, rata-rata kasus baru harian di AS melonjak menjadi 42 ribu kasus.

Selain AS, hanya Brasil negara yang mencatatkan angka kasus baru harian COVID-19 melebihi 50 ribu kasus.

Pakar penyakit menular kenamaan AS, Anthony Fauci, dalam pertemuannya dengan komite Senat AS pada Selasa (30/06) mengatakan kasus baru harian COVID-19 di AS berpotensi menembus angka 100 ribu per hari apabila tidak ada tindakan skala nasional yang dilakukan.

Semakin masifnya pelaksanaan tes corona, disebut menjadi alasan meningkatnya kasus baru. Namun, dilaporkan pelayanan rawat inap di rumah sakit-rumah sakit AS mulai kewalahan seiring terus bertambahnya pasien COVID-19.

Pesta kembang api

Di tengah melonjaknya kasus COVID-19 di AS, Presiden Donlad Trump diagendakan akan mengunjungi Gunung Rushmore untuk merayakan malam Hari Kemerdekaan AS yang jatuh setiap tanggal 4 Juli.

Trump akan menyampaikan pidato dengan latar empat pendahulunya: George Washington, Thomas Jefferson, Thedore Roosevelt, dan Abraham Lincoln, yang wajah mereka diukir di gunung granit yang berlokasi di Dakota Selatan tersebut. Presiden AS yang terakhir kali mengunjungi Gunung Rushmore adalah George W Bush pada tahun 2002 silam.

Trump seakan tidak khawatir dengan melonjaknya kasus COVID-19 di sejumlah negara bagian AS, bahkan ia terang-terangan menyambut gembira perayaan tersebut. Sebanyak 7.500 orang diprediksi akan hadir dan nampaknya social distancing akan sulit diterapkan.

"Kita akan memiliki malam yang luar biasa. Ini akan jadi pesta kembang api yang belum pernah dilihat kebanyakan orang. Ini akan sangat menyenangkan," ujar Trump, Kamis (02/07).

Hingga berita ini diturunkan, tercatat lebih dari 2,73 juta kasus COVID-19 di Amerika Serikat menjadikannya negara dengan kasus positif terbanyak di dunia. Dari angka tersebut, sedikitnya 128 ribu kasus meninggal dunia.

Sejumlah negara bagian AS memutuskan untuk menutup kembali kegiatan perekonomian mereka, dengan kembali menutup restoran, bar, dan pantai.

rap/pkp (Reuters, AFP)

(ita/ita)