Jelang Musim Liburan, Uni Eropa Serukan Anggotanya Buka Perbatasan 15 Juni

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Jumat, 12 Jun 2020 18:29 WIB
Jakarta -

Komisi Eropa hari Kamis (11/06) menyerukan kepada negara anggota untuk membuka perbatasan dan menghapuskan pengawasan di perbatasan. Uni Eropa mengatakan, penutupan perbatasan saat ini sudah tidak terlalu relevan untuk meredam wabah corona.

Kebanyakan negara anggota Uni Eropa memang sudah mulai menerapkan pelonggaran. Terutama negara-negara yang secara tradisional jadi tujuan wisata juga sudah mengumumkan agenda pelonggaran, termasuk protokol kesehatan yang dijalankan. Bulan Juli dan Agustus adalah puncak wisata musim panas di Eropa, terutama di Prancis, Italia, Spanyol, Portugal dan Yunani.

Namun Komisi Eropa juga mengingatkan perlunya "pendekatan umum yang terkoordinasi" antara negara-negara dengan tingkat infeksi yang relatif makin rendah dan penyebaran penyakit Covid-19 yang sudah terkendali.

Negara-negara Balkan masih harus menunggu

Komisi Eropa mengatakan, masih terlalu dini untuk negara-negara Balkan buat mencabut sepenuhnya larangan perjalanan bagi wisatawan dari luar kawasan. Namun pencabutan larangan perjalanan bisa dilakukan di dalam kawasan Balkan.

Pembatasan di kawasan Albania, Bosnia dan Herzegovina, Kosovo, Montenegro, Makedonia Utara dan Serbia akan dicabut mulai 1 Juli, karena "situasi epidemiologis mereka serupa atau lebih baik daripada UE," kata Pejabat Urusan Dalam Negeri Uni Eropa, Ylva Johansson.

Slovenia telah membuka kembali perbatasannya bagi para pelancong UE pada 15 Mei ketika mengumumkan berakhirnya epidemi COVID-19 di negara itu. Sementara Kroasia pada bulan lalu sudah mengizinkan masuknya turis dari Slovenia dan membebaskan mereka dari kewajiban karantina.

Jerman sudah mulai membuka perbatasannya dengan Austria, Swiss, dan Prancis pada 16 Mei lalu. Perbatasan dengan Belanda dan Belgia sebelumnya sudah lebih dulu dibuka. Mulai 15 Juni, Jerman juga sudah mencabut peringatan perjalanan untuk negara-negara Uni Eropa, ditambah Inggris, Islandia, Liechtenstein, Norwegia dan Swiss. Namun masih belum jelas apakah Jerman dan Uni Eropa akan membuka perbatasannya untuk wisatawan dari Amerika Serikat, yang mencatat angka infeksi tertinggi dunia.

Prancis, Italia dan Spanyol harapkan pariwisata kembali ramai

Pada bulan Mei, Prancis hanya mengizinkan orang-orang yang punya alasan kuat untuk melakukan perjalanan masuk dan keluar dari negara itu. Namun Prancis mulai 15 Juni akan melakukan pelonggaran dan membuka perbatasannya.

Italia secara teknis tidak pernah mengumumkan penutupan perbatasannya. Namun bandara di Italia telah ditutup untuk penerbangan internasional. Banyak negara tetangga Italia yang juga mengumumkan larangan berkunjung dari Italia karena angka infeksi yang masih tinggi.

Spanyol, yang sangat bergantung kepada sektor pariwisata, telah membuka kembali perbatasannya tetapi memberlakukan peraturan wajib karantina 14 hari bagi pendatang. Spanyol mengatakan akan mencabut aturan wajib karantina mulai Juli mendatang.

hp/ae (dpa, afp, rtr)

(ita/ita)