AS Izinkan Penggunaan Alat Tes Cepat Virus Corona 45 Menit

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Selasa, 24 Mar 2020 17:23 WIB
Washington DC -

Jawatan federal AS untuk pengawasan obat-obatan dan makanan FDA mengizinkan penggunaan alat tes terbaru virus corona super cepat itu belum lama ini. Regulasi darurat ini diputuskan, melihat situasi kekurangan akut alat rapid test SARS-CoV-2 di Amerika Serikat.

Alat tes cepat itu dikembangkan perusahaan diagnostik molekuler Cepheid yang berbasis di California. Alat itu terutama akan didistribusikan ke sejumlah rumah sakit dan ruang perawatan gawat darurat mulai pekan ini.

"Dengan alat diagnostik baru seperti ini, kita memasuki fase baru tes cepat, di mana tes akan lebih mudah diakses oleh warga Amerika yang memerlukan," ujar menteri kesehatan dan pelayanan sosial AS, Alex Azar.

Lebih jauh Menkes AS itu menjelaskan, hasil tes akan bisa diperoleh dalam waktu jam, bukannya hari seperti alat tes yang saat ini beredar.

Kelangkaan alat test virus corona di AS

Kecepatan tes yang menunjukkan apakah orang positif terinfeksi virus corona SARS-CoV-2, dinilai menjadi bagian terpenting dalam upaya meredam penyebaran virus tersebut.

Saat ini Amerika Serikat tidak siap menghadapi permintaan peralatan Rapid Test untuk COVID-19 untuk deteksi virus corona yang terus meningkat, demikian ditegaskan Anthony Fauci, Direktur Institut Nasional untuk Alergi dan Penyakit Menular AS.

Banyak pakar medis memprediksi, kelambatan atau tes yang kacau balau, bisa menelan banyak korban jiwa, termasuk para dokter dan perawat kesehatan.

Alat tes baru yang hanya perlu 45 menit dapat membantu mengubah situasi tersebut. Prosedur sekarang ini, jika dilakukan test virus SARS-CoV-2, sampel harus dikirim ke laboratorium sentral, dan pengiriman hasilnya bisa memakan waktu beberapa hari.

Bisa lakukan diagnosa global

Alat tes diagnostik terbaru buatan Cepheid itu disebutkan didesain untuk bisa dioperasikan oleh peralatan dan GeneXpert Systems yang saat ini ada 23.000 unit, dan tersebar di seluruh dunia, demikian pernyataan perusahaan di California.

Sistem ini ditegaskan tidak memerlukan pelatihan khusus bagi penggunanya. "Hasil test yang disebut 'point of care' itu bisa langsung diperoleh di pusat pelayanan kesehatan setempat, seperti rumah sakit, pusat perawatan darurat serta ruang perawatan gawat darurat," ujar komisioner FDA Stephen Hahn.

Jadi sampel tes tidak perlu lagi dikirim ke laboratorium.

Amerika Serikat mengkonfirmasi saat ini lebih dari 41.000 orang terinfeksi COVID-19 dan 485 pasien meninggal. Sejumlah kota besar dan negara bagian juga sudah menerapkan lockdown total, diantaranya negara bagian California dan kota metropolitan New York.

as/ml (rtr,dpa)

(nvc/nvc)