Upaya 'Lockdown' ala Eropa Demi Tahan Penyebaran Corona

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Selasa, 17 Mar 2020 11:55 WIB
Italia kini menjadi salah satu negara yang miliki kasus tertinggi terkait penyebaran virus corona. Negara itu pun kini dikunci guna mencegah penyebaran COVID-19
Lockdown di Italia/Foto: Getty Images
Jakarta -

'Lockdown' yang bertujuan memperlambat penyebaran virus corona telah membuat negara-negara di Eropa memperketat penjagaan di perbatasan dan meminta warga untuk menghindari ruang-ruang publik. Berikut beberapa tindakan yang diambil negara-negara di Eropa:

Austria

Kanselir Austria Sebastian Kurz pada Minggu (15/03) telah mengumumkan sebuah peraturan ketat terkait jam malam yang diberlakukan di seantero negeri, demikian menurut kantor berita Austria, APA. Polisi disiagakan untuk berpatroli agar masyarakat mematuhi peraturan tersebut. Kelompok-kelompok orang dalam kerumunan besar, seperti misalnya di taman bermain, akan diminta untuk pulang.

Menurut kantor kanselir Austria, mulai Senin (16/03), pelanggar peraturan ini akan didenda hingga 2.000 euro atau setara dengan 33 juta rupiah.

Jerman

Jerman mulai Senin menutup sebagian perbatasannya dengan Austria, Denmark, Prancis, Luksemburg dan Swiss dalam upaya membendung wabah virus corona.

Hanya mereka yang memiliki alasan sah untuk bepergian yang diizinkan masuk, seperti penumpang lintas batas dan pengemudi jasa pengiriman barang, kata para pejabat. Penutupan perbatasan ini telah mulai efektif dilakukan sejak pukul 07.00 pagi waktu setempat.

Di perbatasan antara Kiefersfelden di Jerman dan Kufstein di Austria, polisi memperbolehkan truk untuk lewat, namun mereka menghentikan semua mobil penumpang untuk ditanyai, demikian seperti dilihat oleh seorang fotografer AFP.

Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer mengatakan pada Minggu bahwa warga Jerman dan orang-orang yang memiliki izin tinggal masih diperbolehkan untuk masuk kembali ke negara itu.

Ini adalah langkah drastis terbaru yang diambil oleh otoritas Jerman untuk menghentikan pandemi.

Mulai Senin, sekolah dan pusat penitipan anak di sebagian besar negara bagian Jerman ditutup. Namun, beberapa pengecualian diberikan kepada orang tua dengan pekerjaan penting yang belum menemukan alternatif tempat penitipan bagi anak mereka.

Jerman juga telah melarang pertemuan-pertemuan dengan banyak jumlah orang, dan meminta restoran, bar, klub olahraga dan tempat-tempat umum lainnya untuk ditutup.

Tidak hanya itu, pulau-pulau Jerman di Kepulauan Baltik dan Utara juga ditutup untuk para wisatawan sejak hari Senin.

Bayern, negara bagian di selatan Jerman, pada Senin mengumumkan dana senilai 10 miliar euro atau setara dengan 167 tirilun rupiah yang akan digunakan untuk membantu wilayah tersebut menahan laju penyebaran wabah corona.

Seperti dilansir dari Reuters, pemimpin negara bagian Bayern telah mendeklarasikan status darurat karena jumlah kasus yang terus meningkat. "Situasinya sangat serius dan berubah setiap hari, sayangnya bukan berubah jadi lebih baik," kata Markus Söder, Perdana Menteri negara bagian Bayern.

Sejauh ini, Jerman mencatat setidaknya 4.838 kasus infeksi virus corona dengan angka kematian mencapai 12 orang.

Prancis

Prancis mengumumkan bahwa secara bertahap akan mengurangi perjalanan jarak jauh dengan menggunakan pesawat, bus dan kereta api. Prancis juga mengimbau warganya untuk tidak melakukan perjalanan jika tidak benar-benar perlu. Hingga hari Minggu, sudah ada lebih dari 5.000 kasus infeksi yang dikonfirmasi terjadi di Prancis, dengan 127 angka kematian akibat COVID-19.

Kementerian Dalam Negeri Perancis pada Minggu mengatakan bahwa pihaknya juga ingin mengurangi lalu lintas perbatasan antara Jerman dan Prancis seminimal mungkin untuk menghambat penyebaran virus.

Polandia

Polandia menutup perbatasannya terhadap warga asing yang telah dimulai sejak Minggu dini hari. Pengecualian hanya diberikan bagi mereka yang memiliki izin tinggal permanen, pengemudi truk dan para diplomat. Warga Polandia yang baru kembali dari luar negeri akan diizinkan masuk tetapi diwajibkan menjalani karantina selama 14 hari.

Denmark

Perbatasan Denmark telah ditutup sejak siang hari pada Sabtu (14/03). Namun, pengiriman obat-obatan, makanan, dan barang-barang penting lainnya masih diizinkan masuk.

Polisi Denmark mengatakan bahwa 3.748 orang telah diperiksa setelah perbatasan ditutup. Petugas di daerah Jutland bagian selatan melaporkan bahwa 149 orang telah ditolak masuk pada hari pertama perbatasan menuju Jerman ditutup.

Kasus COVID-19 di Eropa terus meningkat

Italia, negara terdampak paling parah di luar Cina, melaporkan 368 kematian baru akibat virus corona pada Minggu (15/03). Ini merupakan peningkatan jumlah kematian terbesar sejak awal wabah yang terjadi pada 20 Februari lalu.

Di Spanyol, wabah corona terus memburuk. Negara tersebut melaporkan hampir 100 kematian baru sehingga total angka kematian akibat corona mencapai 288 kasus. Kini, Spanyol mengonfirmasi sebanyak 7.753 kasus infeksi. Angka ini menjadikan Spanyol sebagai negara terparah kedua di Eropa setelah Italia yang terpapar wabah corona.

gtp/ae (Reuters, AFP, dpa)

(nvc/nvc)