Tantangan Apa yang Menanti Muhyiddin Yassin Perdana Menteri Baru Malaysia?

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Selasa, 03 Mar 2020 10:18 WIB
Kuala Lumpur -

Dibandingkan dengan pendahulunya yaitu Mahathir Mohamad yang terkenal blak-blakan, Muhyiddin Yassin yang berusia 72 tahun terkesan pemalu. Dia tidak membuat pernyataan publik kepada media pemerintah pada hari pertamanya sebagai perdana menteri.

Kantornya hanya mengeluarkan pernyataan sepanjang dua paragraf yang mengatakan bahwa dia telah bertemu pejabat pemerintah, tetapi tidak memiliki rencana untuk bertemu para pemimpin politik. Dia juga berziarah ke makam orang tuanya di kampung halaman di Johor.

Siapa dia?

Muhyiddin Yassin telah malang-melintang di dunia politik Malaysia selama puluhan tahun. Ia juga telah bertugas di tujuh posisi menteri kabinet. Ia terkenal di Malaysia karena dorongan politik dan karakternya.

Muhyiddin dibesarkan di Muar, Johor. Dia lulus dari Universitas Malaya dengan gelar sarjana di bidang Ekonomi dan Studi Melayu. Tahun 1972 dia bergabung dengan Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), partai yang saat itu berkuasa di Malaysia.

Selaku politisi muda, karir Muhyiddin Yassin melesat tajam. Dalam 15 tahun, ia telah menduduki berbagai jabatan mulai dari anggota dewan eksekutif negara bagian hingga menjadi Ketua Menteri Johor. Di tingkat lokal, ia pernah menjabat sebagai anggota parlemen Pagoh, sebuah kota di Johor utara, selama delapan periode sejak 1978. Dia dikenal sebagai 'orang kuat di Pagoh'.

Tantangan untuk Muhyiddin Yassin

Kini Muhyiddin dilantik menjadi Perdana Menteri Malaysia. Salah satu tantangan terbesarnya adalah membangkitkan ekonomi Malaysia yang tumbuh pada laju paling lambat dalam satu dekade di kuartal keempat.

Masih belum jelas apakah ia akan tetap menerapkan pada paket stimulus senilai 4,7 miliar dolar AS yang diumumkan oleh Mahathir pekan lalu untuk melawan dampak wabah virus corona jenis baru. Malaysia telah melaporkan 29 kasus infeksi dan sebanyak 22 pasien dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.

Muhyiddin juga menghadapi kemungkinan protes publik berkelanjutan, karena para pendukung mantan sekutu politiknya menuduhnya memimpin kudeta untuk membentuk pemerintahan lewat pintu belakang.

ae/ (reuters, channelnewsasia.com)

(ita/ita)