NATO Kecam Keras Serangan Udara Suriah di Idlib

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Sabtu, 29 Feb 2020 04:32 WIB
Gencatan senjata Suriah mulai berlaku 27 Februari
Ilustrasi serangan di Suriah (Foto: BBC World)
Brussels -

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada hari Jumat (28/02) mendesak Rusia dan Suriah untuk menghentikan serangan di Idlib dan mengatakan bahwa pakta pertahanan itu mendukung Turki, yang kehilangan 33 tentaranya dalam serangan udara oleh pasukan pemerintah Suriah, Kamis (27/02).

Pasukan pemerintah Suriah, yang didukung oleh angkatan udara Rusia, melancarkan serangan di wilayah barat laut Idlib. Ini adalah wilayah terakhir yang dikuasai pemberontak yang didukung oleh Turki.

"Sekutu mengecam serangan udara terus-menerus dan tanpa pandang bulu oleh rezim Suriah dan Rusia di Idlib," ujar Stoltenberg kepada wartawan usai pertemuan darurat para duta besar NATO di Brussels, yang diminta oleh Turki.

"Saya meminta mereka untuk menghentikan serangan, untuk menghormati hukum internasional dan mendukung upaya AS untuk solusi damai," tambah Stoltenberg. Ia juga menyerukan pihak yang bertikai untuk kembali kepada persetujuan gencatan senjata 2018 guna memungkinkan pemberian bantuan kemanusiaan ke Idlib.

Solidaritas dan dukungan

NATO juga menawarkan solidaritas dan dukungan mereka kepada Ankara. "Sekutu NATO memberikan dukungan kepada Turki hari ini. Kami menambah pertahanan udara mereka, kami memiliki pesawat AWACS yang membantu berpatroli di udara dan kami juga melakukan kunjungan ke pelabuhan dan memberikan dukungan dengan cara lain," katanya. "Sekutu juga terus mencari tahu apa lagi yang bisa mereka lakukan untuk memberikan dukungan lebih lanjut kepada Turki."

Seorang juru bicara kepresidenan Turki sebelumnya menyerukan zona larangan terbang untuk melindungi warga sipil di Idlib. Perang saudara Suriah telah memburuk dalam beberapa bulan terakhir dan setelah serangan udara pada Kamis (27/02), seorang pejabat senior Turki mengatakan Ankara tidak akan mencegah para pengungsi untuk memasuki Eropa.

ae/yf (Reuters, AFP)

(mae/mae)