Jelang Kunjungan Trump, India Bangun Tembok Untuk Tutupi Daerah Kumuh

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Jumat, 21 Feb 2020 09:42 WIB
New Delhi -

Kritikus pemerintah mengatakan tembok itu dibangun untuk menghalangi pandangan ke pemukiman kumuh yang dihuni oleh lebih dari 2.000 orang.

"Mereka (pemerintah) menghabiskan begitu banyak uang untuk tembok ini, mengapa tidak menggunakannya untuk membangun daerah kumuh kami dan menyediakan fasilitas yang lebih baik bagi kami," ujar seorang warga bernama Keshi Saraniya. "Mengapa mereka sembunyikan kami yang orang miskin?"

Presiden Amerika Serikat Donald Trump rencananya akan bertandang ke kota Ahmadabad di Gujarat, India, dalam kunjungan dua hari di negara itu pada 24-25 Februari 2020. Ia akan menghadiri acara yang bertajuk "Namaste Trump," atau berarti "Salam, Trump" di sebuah stadion kriket. Dengan mobil, Trump akan melaju di sepanjang jalan di sebelah pemukiman kumuh, ditemani oleh Perdana Menteri India, Narendra Modi, yang berasal dari Gujarat.

Menurut laporan sejumlah media setempat, awalnya tembok itu direncanakan akan dibangun setinggi 1,8 hingga 2,1 meter, tetapi dikurangi menjadi setinggi 1,2 meter karena meluasnya kritikan.

Warga mengaku diusir

Pejabat senior pemerintah, Bijal Patel, mengatakan tembok itu dibangun "karena alasan keamanan" dan bukan untuk menyembunyikan daerah kumuh. "Selain alasan keamanan, tembok juga merupakan bagian dari upaya mempercantik dan kelancaran mengemudi," katanya.

Beberapa pemimpin politik dengan cepat mengkritik pembangunan tembok itu. Mereka mempertanyakan pekerjaan Modi di daerah asalnya sendiri. Modi pernah menjabat sebagai kepala menteri di Gujarat selama 12 tahun sebelum menjadi perdana menteri pada Mei 2014.

Pihak berwenang pada hari Senin ( 17/02) juga memberikan peringatan penggusuran kepada 45 keluarga yang tinggal di daerah kumuh lain di dekat stadion kriket tersebut. Warga setempat mengatakan mereka diminta untuk pergi karena acara yang akan berlangsung tersebut. Akan tetapi hal ini dibantah oleh badan sipil kota.

"Kami telah tinggal di sini selama 20 tahun dan sekarang kami tiba-tiba diberitahu untuk pindah karena beberapa pejabat penting akan mengunjungi kota ini selama sehari," kata warga bernama Sanjay Patani. "Ini tidak adil."

Kishore Varna, seorang pejabat pemerintah, mengatakan tanah itu milik badan sipil dan penggusuran dilakukan berdasarkan hukum. Dia tidak mengatakan mengapa pemberitahuan pengusiran ini terjadi hanya beberapa hari sebelum kunjungan Trump.

Godok perjanjian perdagangan AS-India

Presiden Trump mengatakan saat ini AS dan India sedang mengerjakan kesepakatan perdagangan yang besar. Namun ia belum yakin apakah kesepakatan itu akan selesai sebelum pemilu presiden AS pada bulan November 2020.

Selama beberapa minggu, para negosiator tengah berusaha menyusun perjanjian terbatas yang akan memberi AS akses yang lebih besar terhadap pasar susu dan unggas India dan menurunkan tarif untuk produk-produk lain.

Sejauh ini belum ada terobosan yang diumumkan terkait perundingan ini. Selain itu, kunjungan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer juga telah dibatalkan. Situasi ini menggambarkan kesulitan yang dihadapi kedua belah pihak dalam menjembatani perbedaan sebelum kunjungan Trump benar-benar terlaksana.

"Kami tengah melakukan kesepakatan dagang yang sangat besar dengan India. Kami akan memilikinya. Saya tidak tahu apakah itu akan selesai sebelum pemilihan, tetapi kami akan memiliki kesepakatan yang sangat besar dengan India," katanya, dalam transkrip komentar yang dikeluarkan oleh Gedung Putih.

Bagi India, AS adalah mitra dagang terbesar kedua setelah Cina, dengan perdagangan barang dan jasa di antara kedua negara mencapai rekor terbesar senilai 142,6 miliar dolar AS pada tahun 2018.

ae/vlz (AP, Reuters)

(ita/ita)