Kisah Para 'Pemburu Masjid' Dokumentasikan Masjid Hingga Pelosok Nusantara

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Kamis, 16 Jan 2020 12:02 WIB
Jakarta -

Ketika salat Jumat di Masjid Suada di Mamuju, Sulawesi Barat, telah selesai, jamaah pun mengalihkan perhatian mereka ke luar. Di sana, ada Fakhry Affan yang sedang menerbangkan pesawat nirawak atau drone tinggi-tinggi. Fakhry Affan tengah mengambil gambar bangunan masjid dan surau yang terselip di sudut-sudut Pulau Sulawesi.

Fakhry Affan memimpin tim pemerintah yang terdiri dari 1.000 orang pemburu masjid yang telah menghabiskan waktu bertahun-tahun mengunjungi setiap sudut nusantara guna menjawab satu pertanyaan: Berapa banyak sebenarnya masjid yang ada di negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia ini?

"Hanya Tuhan yang tahu persis berapa banyak masjid di Indonesia," ujar mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla baru-baru ini. "Ada yang bilang sekitar satu juta dan orang percaya begitu saja."

Baca juga: Masjid Sebagai Pusat Pendidikan Perilaku Ramah Lingkungan

Sejauh ini, tim Affan telah mendaftarkan 554.152 masjid dan surau. Sensus yang dimulai pada tahun 2013 ini telah 75 persen rampung, ujarnya.

Pemerintah sebelumnya memperkirakan ada total lebih dari 740.000 masjid dan surau yang tersebar di seluruh nusantara. Masjid terbesar di Asia Tenggara, yaitu Masjid Istiqlal, pun berada di Indonesia. Masjid ini mampu menampung sebanyak 200.000 jamaah.

Dengan hampir 90 persen dari 260 juta penduduk Indonesia beragama Islam, ini jelas bukan tugas mudah bagi Affan dan timnya dari Kementerian Agama. Mereka harus menjelajahi sekitar 17.000 pulau dengan banyak masjid dan surau bermunculan sepanjang waktu.

Apa tujuan mereka melakukan semua ini?

Setelah mendapatkan informasi penting terkait Masjid Suada di Mamuju yang bisa menampung sekitar 3.000 jamaah, Affan mengunggah foto dari pesawat nirawak ke dalam basis data online yang kian hari kian kompleks. Informasi yang ia dapatkan termasuk di antaranya yaitu izin pembangunan masjid dan detail anggota komite masjid.

"Dulu kami lakukan ini secara manual, tetapi sekarang secara digital," kata Affan.

Pemerintah berencana meluncurkan aplikasi berbasis Android bernama Info Masjid sehingga umat Islam dapat menggunakan ponsel pintar mereka untuk menemukan tempat ibadah terdekat.

Nur Salim Ismal, salah seorang jamaah Masjid Suada, berharap langkah online ini akan membawa transparansi yang lebih besar. "Masjid mengelola uang dalam jumlah besar dari para jamaah dan harus jelas bagaimana penggunaannya," ujar Nur Salim.

Namun ternyata perburuan masjid ini bukan hanya supaya bisa hitung-menghitung uang, ini juga adalah cara untuk mengawasi radikalisme.

Baca juga: Menangkal Radikalisme Lewat Masjid

"Ideologi radikal bisa tumbuh di mana saja dan masjid adalah salah satu tempat termudah penyebarannya," kata Affan. "Kenapa? Karena kamu tidak perlu mengundang orang ke masjid, mereka tetap akan datang."

"Kami ingin memastikan bahwa semua komite imam dan (masjid) ini (berhaluan) moderat karena Islam di Indonesia itu moderat," tambah Affan.

Tugas belum selesai

Indonesia lama memegang reputasi sebagai negara pluralis yang toleran. Namun reputasi ini semakin diuji dalam beberapa tahun belakangan. Kelompok garis keras menjadi semakin vokal di depan publik.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin baru-baru ini mengatakan pemerintah akan mulai memberikan sertifikasi kepada para khatib dan jamaah masjid di seluruh negeri untuk membasmi penyusupan gerakan radikal di antara mereka.

"Ada potensi masjid rentan terhadap radikalisme jika tidak diawasi," kata Ali Munhanif, pakar politik Islam di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. "Pemerintah bertanggung jawab mengawasi seluruh masjid di Indonesia," ujarnya.

Sejauh ini, tim Affan telah menghitung ada 258.958 masjid dan 295.194 musala atau surau. Affan dan timnya berharap bisa menyelesaikan putaran awal penghitungan pada tahun ini.

"Tapi ini adalah pekerjaan tanpa akhir dan tidak akan pernah selesai," ujar Affan. "Sangat jarang ada masjid ditutup, satu hal yang pasti: jumlah masjid baru akan terus bertambah."

Baca juga: Mari Hentikan Bicara Politik Praktis di Masjid, Apalagi Jelang Pemilu 2019

ae/rap (AFP)



(ita/ita)