TV Israel Siarkan Rekaman Perlakuan Kejam terhadap Ternak di Australia Barat

ABC Australia - detikNews
Jumat, 06 Des 2019 15:00 WIB
Canberra -

Industri peternakan sapi di Australia Barat kembali menjadi sorotan menyusul dirilisnya cuplikan gambar yang direkam secara diam-diam di Kimberley oleh Stasiun TV Israel. Rekaman itu memperlihatkan binatang ternak diperlakukan kejam seperti dipukul, ditendang dan ditembak.

Tuduhan Kekejaman Hewan di Kimberley:

  • Departemen Industri Primer Australia Barat menggelar penyelidikan karena televisi Israel menyiarkan rekaman kekejaman terhadap binatang di Kimberley
  • Rekaman menggambarkan ternak dipukul di bagian wajahnya oleh para pekerja dan dipotong tanduknya tanpa dibius
  • Perusahaan Pastoral Yeeda mengutuk tindakan kekejaman yang dilakukan di lahan yang disewakannya

Rekaman itu diambil di empat stasiun ternak di barat Kimberley pada tahun 2018, dan menunjukkan praktek yang bahkan oleh kelompok industri peternakan sendiri digambarkan sebagai hal yang keji dan mengerikan.

Perusahaan peternakan Yeeda membenarkan Stasiun Kilto yang berlokasi sekitar 50 kilometer dari Broome, merupakan salah satu lokasi yang ada dalam rekaman itu, dimana terlihat sapi dipukul di wajahnya oleh para pekerja.

Sapi itu juga dipotong tanduknya tanpa diberi obat penghilang rasa sakit, dan ditembak beberapa kali namun tidak sampai mati.

Dalam rekaman itu juga terlihat sapi mati dalam jumlah besar diseret ke dalam lubang yang tidak tertutup.

Kelompok aktivis internasional Sentient mengklaim merekam cuplikan film itu dan kemudian ditayangkan dalam program berita nasional di jaringan televisi publik Israel, Kan 11, pada hari Rabu (4/12/2019).

Menurut situs web organisasi itu, penyelidik dari lembaganya yang menyamar, termasuk kepala eksekutif kelompok itu Ronen Bar, bekerja di empat peternakan sapi selama periode dua tahun.

"Masalahnya adalah di seluruh industri peternakan di Australia - adalah keliru jika menjadikan pekerja tertentu sebagai kambing hitam ketika apa yang kami dokumentasikan merupakan praktik standar di industri ini," kata CEO Sentient Ronen Bar dalam sebuah pernyataan.

Peternakan Kimberley

Cuplikan rekaman gambar disiarkan di saluran TV Israel menunjukkan sejumlah insiden kekejaman terhadap hewan termasuk pemotongan tanduk tanpa diberi obat pereda nyeri dahulu. (Supplied: Sentient)

Dia mengatakan pemotongan tanduk dilakukan oleh staf terlatih di seluruh Australia Barat, sambil menekankan selalu ada ruang untuk perbaikan.

"Sebagai perspektif, pastoral yang dimaksud menangani sekitar 70.000 ekor per musim, sehingga pada saat kedua mata-mata Israel berada di sana, sekitar 20.000 kepala dilewati," katanya.

"Sehubungan dengan salah satu anggota staf menjadi frustrasi dan memukul dengan palu, itu jelas sesuatu yang tidak dapat diterima oleh kami dan industri dan sesuatu yang dia benar-benar minta maaf.

"Kenyataannya adalah bahwa setelah berjam-jam dan berhari-hari, sangat mungkin pekerja emosinya meninggi.

"Sebagai pemilik sebelumnya dari perusahaan Yeeda Pastoral, saya akan mendukung kru saya mengetahui bahwa mereka tidak sempurna tetapi akan selalu melakukan yang terbaik, kadang-kadang, dalam kondisi yang sangat sulit."

Menteri Pertanian Australia Barat Alannah MacTiernan mengatakan Departemen Industri Primer dan Pengembangan Regional sedang menyelidiki rekaman itu.

Baca artikel lengkapnya dalam bahasa Inggris ditautan ini.



(ita/ita)