Komplotan Pencuri Bobol Museum Dresden dan Gondol Harta Tak Ternilai

Komplotan Pencuri Bobol Museum Dresden dan Gondol Harta Tak Ternilai

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Selasa, 26 Nov 2019 16:30 WIB
Berlin -

Para pencuri masuk ke Grnes Gewlbe (Green Vault) di Dresden, Jerman, Senin pagi (25/11) dan mencuri harta karun yang tak ternilai harganya, kata polisi setempat.

Museum di Jerman bagian timur itu memang dikenal menampung salah satu koleksi harta karun terbesar di Eropa.

Dua pencuri terekam oleh kamera pengawas masuk melalui jendela dan kemudian melarikan diri dengan kendaraan. Polisi mengatakan, kemungkinan ada lebih banyak orang yang terlibat dalam kasus pencurian spektakuler itu.

Polisi Dresden menerangkan, para pencuri menargetkan bagian bersejarah dari museum itu, yang dibagi menjadi dua bagian - ruang harta karun bersejarah Augustus II, yang berasal dari tahun 1733, dan bagian baru, yang menampilkan harta pribadi.

Para pencuri setidaknya menggondol tiga set perhiasan abad ke-18 yang tak ternilai harganya, kata Direktur Jenderal Koleksi Seni Nasional Dresden, Marion Ackermann. Dia menambahkan, nilai material perhiasan itu boleh jadi tidak terlalu tinggi, namun nilai historis dan budayanya tidak mungkin diukur.

"Kami dikejutkan oleh kebrutalan pencurian itu," katanya.

Baca juga: Long Nights of Museums di Berlin: Tak Hanya Sebatas Kunjungan ke Museum

Polisi mengatakan, komplotan pencuri kemungkinan melakukan sabotase terhadap jaringan listrik museum dengan menyalakan api, sebelum melakukan pembobolan, sehingga sistem alarm tidak berfungsi.

Pemasok energi yang bertanggung jawab atas kawasan museum mengkonfirmasi adanya kebakaran, dan mengatakan sedang menyelidiki apakah peristiwa kebakaran itu ada kaitannya dengan aksi pencurian. Menurut kepolisian, padamnya listrik membuat seluruh area menjadi gelap, sehingga analisis rekaman video menjadi sulit.

Pencurian spektakuler seperti ini pernah terjadi di Berlin tahun 2017. Ketika itu pencuri membobol Bode Museum dan mencuri koin emas raksasa 24 karat berbobot 100 kg.

Baca juga: Museum Emigrasi BallinStadt Hamburg, "Migrasi Bukanlah Kejahatan"

Pengejaran sedang berlangsung

Polisi mengatakan, mereka telah memperingatkan negara-negara tetangga untuk mengawasi kemungkinan larinya para pelanggar dan jika perlu menutup jalan raya untuk memeriksa kendaraan.

Sebuah mobil ditemukan dibakar, tetapi polisi mengatakan mereka masih menyelidiki apakah kasus itu terkait dengan aksi pencurian di museum.

Perdana Menteri Negara Bagian Sachsen, Michael Kretschmer, mengecam keras aksi kejahatan itu. "Tidak hanya koleksi seni negara dirampok, tetapi juga kita semua warga Sachsen," kata Kretschmer.

"Harta karun yang tersimpan di Grnes Gewlbe telah didapat dengan sulit dan dikumpulkan warga Sachsen selama berabad-abad," tambahnya. "Orang tidak bisa memahami sejarah negara kita, tanpa koleksi seni Sachsen di Grnes Gewlbe."

Di 10 kamar berdekorasi mewah, tersimpan sekitar 3.000 perhiasan dan karya besar lainnya yang terbuat dari emas, perak, batu mulia, gading dan bahan berharga lainnya.

Bangunan itu sempat rusak pada Perang Dunia II tetapi kemudian diperbaiki. Sejak dibuka kembali pada September 2006, museum itu telah menjadi salah satu magnet wisata utama kota Dresden.

Baca juga: Maling Natal? Lebih dari 80 Pohon Natal Menghilang di Gelsenkirchen

hp/rap (dpa, AFP)



(nvc/nvc)