Mantan Pegawai Konsulat Inggris di Hong Kong Ngaku Disiksa Agen China

Mantan Pegawai Konsulat Inggris di Hong Kong Ngaku Disiksa Agen China

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Kamis, 21 Nov 2019 01:00 WIB
Hong Kong -

Simon Cheng mengatakan dalam sebuah pernyataan online dan wawancara di media bahwa kepalanya ditutupi, ia dipukuli, dilarang tidur serta dirantai ke sebuah kerangka berbentuk X oleh agen-agen dari China yang berseragam dan berpakaian biasa.

Mereka berusaha mencari informasi tentang aktivis yang terlibat dalam protes berbulan-bulan di Hong Kong serta mengenai pihak Inggris yang dipercaya turut berperan dalam demonstrasi berkepanjangan ini.

Pada bulan Agustus, Cheng ditahan selama lebih dari dua minggu ketika ia dalam perjalanan ke daratan China. Ketika ditahan, Cheng bekerja untuk tim pengembangan bisnis pada Konsulat Inggris di Hong Kong. Polisi China mengatakan pada saat itu bahwa Cheng telah "mengakui perbuatan ilegalnya," tanpa memberikan rincian spesifik.

Dalam pengakuan terperinci yang dipublikasikan di Facebook, Cheng mengatakan dia belum "sepenuhnya pulih dari trauma terhadap apa yang telah menimpanya."

"Saya berbicara sekarang karena kasus ini relevan bagi kepentingan publik untuk mengetahui cacatnya proses hukum di daratan China, tetapi saya telah mencoba yang terbaik untuk melindungi privasi pribadi," tulisnya.

Dia juga mengutuk "perburuan penyihir yang dilakukan oleh corong Partai Komunis China."

Berbicara kepada Wall Street Journal, Cheng mengatakan dia ditanyai berulang kali tentang peran Inggris yang oleh para interogator dianggap ikut menyulut kerusuhan di Hong Kong.

Dalam kondisi ketakutan, Cheng mengatakan dia membagikan kata sandi telepon dan akun media sosialnya. Ia juga menyebut dua pejabat konsuler Inggris yang diduganya memiliki latar belakang militer dan intelijen, serta memberikan rincian beberapa orang yang terlibat dalam protes.

Sama dengan penyiksaan

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengecam keras perlakuan China terhadap Cheng, yang katanya "sama dengan penyiksaan." Dia juga memanggil duta besar China di London untuk mengungkapkan kemarahan pemerintah Inggris dan menuntut Beijing untuk menyelidiki dan meminta pertanggungjawaban pihak yang terlibat.

Sementara itu, protes menentang pemerintah terus berlangsung selama berbulan-bulan di Hong Kong dan kerusuhan telah meningkat selama beberapa minggu terakhir.

China juga telah berulang kali mengkritik negara asing, khususnya Amerika Serikat dan Inggris. China menganggap dua negara itu mencampuri urusan dalam negerinya berdasarkan reaksi terhadap bentrokan dan kekerasan yang terjadi di Hong Kong selama ini.

ae/vlz (AP, Reuters)



(zak/zak)