India-Pakistan Sepakat Buka Koridor untuk Peziarah Sikh

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Jumat, 25 Okt 2019 10:50 WIB
Islamabad -

Kerja sama seperti ini jarang terjadi mengingat ketegangan antar kedua negara yang pernah bentrok di wilayah perbatasan.

Pakta baru ini akan memperkenalkan akses bebas visa dari India ke kota Kartarpur, Pakistan, lokasi kuil yang menandai situs tempat pendiri Sikhisme, Guru Nanak, meninggal.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Mohammad Faisal, dalam upacara penandatanganan perjanjian di Kartarpur menyatakan hari ini patut dirayakan.

Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan akan secara resmi membuka perbatasan Kartarpur bagi para peziarah Sikh India pada 9 November mendatang.

"Terciptanya perjanjian ini adalah hasil dari negosiasi yang sangat sulit dengan India, karena sejarah yang kita miliki dahulu membuat segala hal tidak akan pernah mudah dan sederhana", ucap Faisal.

Minoritas Sikh di India telah lama mencari akses yang lebih mudah untuk menuju kuil di Kartarpur, yang terletak di seberang perbatasan Pakistan yang mayoritas penduduknya adalah Muslim.

Pakta tersebut muncul pada saat ketegangan besar terjadi antar India dan Pakistan.

Pakistan khususnya dirugikan atas langkah-langkah yang diambil pemerintah India di wilayah Kashmir, daerah dengan mayoritas penduduk Muslim. Kedua negara mengklaim wilayah Himalaya ini secara penuh tetapi faktanya, India dan Pakistan hanya memerintah sebagian. Bentrokan juga telah meletus di wilayah perbatasan yang dipersengketakan di Kashmir, beberapa orang dari kedua belah pihak tewas akibat penembakan yang terjadi selama akhir pekan.

Peresmian titik penyeberangan ini terjadi tepat sebelum ulang tahun ke 550 pendiri Sikhisme pada 12 November mendatang. Kuil ini berjarak sekitar 4 km dari perbatasan. Penyeberangan dan koridor, termasuk jalan, jembatan di atas Sungai Ravi dan kantor imigrasi akan menggantikan proses visa yang berlarut-larut.

Perjanjian ini tidak lantas menyelesaikan segala permasalahan. Masih ada ketidaksepakatan mengenai biaya 20 dolar AS atau senilai Rp 280 ribu yang ditagih Pakistan kepada setiap peziarah Sikh asal India. Faisal mengatakan, tagihan tersebut merupakan biaya layanan, bukan biaya masuk. Untuk masuk wilayah Pakistan, peziarah hanya perlu menunjukkan paspor mereka, yang akan dengan cepat dipindai. ha/hp (reuters)



(ita/ita)