detikNews
Selasa 24 September 2019, 18:38 WIB

Claudia Emmanuela Santoso, Siswa Cirebon Memukau Juri The Voice of Germany

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Claudia Emmanuela Santoso, Siswa Cirebon Memukau Juri The Voice of Germany
Berlin -

Penampilannya sudah ditonton lebih dari 12 juta kali di kanal YouTube. Itulah Claudia Emmanuela Santoso, perempuan kelahiran Cirebon, Indonesia yang menjalani audisi di ajang The Voice of Germany.

Claudia sudah hobi bernyanyi sejak kecil dan sudah mengikuti les vokal sejak berumur empat tahun. Selain bernyanyi, Claudia juga bisa bermain alat musik. Dulu ia bermain piano klasik, tapi sekarang lebih mengarah ke aliran pop, untuk mengiringinya menyanyi. Di samping itu dia juga bisa bermain biola dan ukulele. Tampaknya talenta seni memang sudah mengalir dalam darahnya. "Papahku main gitar, itu belajar sendiri gitu. Terus kakek aku itu dulu pelukis," tutur Claudia. Sebelum beraudisi di The Voice of Germany, Claudia juga pernah mengikuti ajang serupa di tanah air, yaitu Mama Mia di tahun 2014, di mana ia lolos sampai babak 11 besar. Lebih lagi, ia juga sudah sering mengikuti festival bernyanyi, lagu-lagu yang ia bawakan memiliki kesulitan tinggi, seperti lagu Mariah Carey, Celine Dion dan Beyonce.

Berawal dari niat berkuliah, jadi ikut audisi

Tahun 2018, Claudia berangkat ke Jerman dan saat ini sedang mengikuti Studienkolleg, sebuah institusi pendidikan di Jerman yang mempersiapkan murid asing di Jerman yang ijazahnya tidak setara. Setelah lulus Studienkolleg ia ingin melanjutkan studinya di Universitas Ludwig Maximilian München, mengambil jurusan Publizistik und Kommunikation. Perempuan lulusan SMAK Penabur Cirebon ini juga bercerita sudah tertarik dengan acara The Voice of Germany sejak masih berada di Indonesia. Bersama sepupunya ia menonton acara tersebut dalam perjalanan kembali ke Cirebon semasa mengikuti les di Goethe Institut di Bandung. "Jadi kayak, ah nanti mau ah di Jerman," paparnya. Setelah berada di Jerman, ia pun memutuskan untuk mendaftar setelah melihat iklan audisi tersebut.

Kenapa memilih lagu Never Enough?

Claudia jatuh cinta dengan lagu Never Enough setelah menonton film The Greatest Showman. "Aku sudah berniat kalau misalnya ada lomba atau apa, kayak ikut audisi gitu, aku bakal bawain lagu itu," tutur Claudia. Ia juga mengatakan merasa memiliki koneksi dengan lagu itu, ketika ditanya koneksi apa yang dimaksud, ia tidak bisa menemukan deskripsi yang pas untuk perasaannya itu. "Aku sendiri kayak ga ngerti...mungkin aku bisa interpretasi lagu itu dengan cara aku sendiri," katanya. …itu kayak lagu paling indah yang aku pernah dengar dan aku bawain. Jadi aku kayak setiap abis nyanyi lagu itu, aku ngerasa zufrieden (puas) sama diriku sendiri," lanjutnya.

Tidak hanya membuat dirinya sendiri puas, penampilannya juga berhasil memukau keempat juri The Voice of Germany, sampai mendapatkan standing ovation. Alice Merton, salah satu juri, sampai meneteskan air mata.

Ketika ditanya tentang perasaannya sendiri, Claudia menjawab "perasaannya pasti senang. Terus kayak bangga sama diri sendiri. Terus enggak nyangka sih...terharu juga. Campur aduk lah pokoknya." Keluarganya juga menyaksikan penampilannya dalam blind audition melalui Skype. Usai audisi ibunya pun menelepon,"Mamahku nelepon langsung kayak…ga nyangka gitu-gitu," paparnya.

Persiapan untuk babak berikutnya?

Untuk tahap selanjutnya, Claudia sedang banyak berlatih dan berusaha untuk tetap fokus. Keluarganya juga berpesan agar berusaha untuk menampilkan yang terbaik, terus belajar dan mengingat-ingat masukkan yang ia dapatkan. "Tetap fokus dan jangan terlena sama komentar, pujian-pujian gitu," kata Claudia tentang pesan dari orang tuanya.

Harapan utama Claudia dari ajang ini adalah untuk belajar sebanyak mungkin, bertemu banyak orang dan juga relasi. Tujuannya adalah agar ia bisa lebih mengerti dunia entertainment.

Tetapi Claudia juga ingin membuat lagu atau singlenya sendiri. Dan suatu hari nanti ia ingin bisa menggelar sebuah konser. Selain itu ia juga punya pikiran untuk menjadi vocal coach. Namun Claudia ingin melanjutkan studinya. Alasannya memilih jurusan Publizistik dan Kommunikationswissenschaft juga karena keterkaitannya dengan dunia hiburan. Berhubung jurusannya ini luas, ia yakin bahwa ilmunya bisa ia terapkan dan gunakan di dalam dunia tersebut. (vv/vlz)




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com