DetikNews
Jumat 01 Maret 2019, 09:59 WIB

Ketegangan Pakistan-India Berlanjut di Kashmir, Penduduk Mengungsi

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Ketegangan Pakistan-India Berlanjut di Kashmir, Penduduk Mengungsi
Islamabad - India dan Pakistan bertukar tembakan sepanjang malam hingga Kamis pagi (28/2) di wilayah Himalaya di Kashmir. PM Pakistan Imran Khan desak konsultasi untuk menjaga perdamaian.

Tidak ada laporan langsung tentang korban, meskipun pesawat tempur terdengar meraung di atas wilayah pegunungan di Kashmir. Ketika penduduk desa di sepanjang kawasan perbatasan diberitakan mulai mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Perdana Menteri India Narendra Modi menegaskan India tidak akan mundur dan mengancam akan melakukan aksi-aksi militer selanjutnya. Modi dari partai nasionalis Hindu BJP yang mengadakan rapat umum lewat telekonferensi hari Kamis (28/2) menjelang pemilihan nasional, memperingatkan bahwa "musuh-musuh India sedang berkonspirasi untuk menciptakan ketidakstabilan di negara ini melalui serangan teror."

Sementara Pakistan berupaya melakukan langkah-langkah de-eskalasi dan menyatakan siap melepaskan seorang pilot pesawat tempur India yang ditangkap oleh pasukan keamanan Pakistan, setelah pesawatnya ditembak jatuh.

"Kami siap membebaskan pilot India jika itu membantu mengurangi ketegangan," kata Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi di Islamabad. Perdana Menteri Pakistan Imran Khan selalu bersedia untuk berkonsultasi, tambahnya. "Khan siap, demi perdamaian ... Apakah Modi juga siap?" kata Qureshi.

Pakistan hari Rabu (27/2) menutup ruang udaranya dan menyebabkan penerbangan pesawat internasional terhambat. Maskapai penerbangan Tahilang Thai Airways terpaksa membatalkan 11 penerbangan ke Eropa. Banyak penumpang yang terdampar di bandar udara internasional Suvarnabhumi di Bangkok.

Pakistan serukan perundingan

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan sebelumnya menyerukan perundingan antara kedua pemilik senjata nuklir itu. Dalam pidato televisi yang disiarkan hari Rabu (27/2) dia mengatakan: "Mengingat sifat senjata yang dimiliki kita berdua, dapatkah kita (mengambil resiko) melakukan kesalahan perhitungan?"

Masyarakat internasional juga menyerukan kepada kedua negara untuk mengurangi ketegangan yang mencengkeram di wilayah Kashmir yang diperebutkan. Situasi meruncing sejak pemboman mobil bunuh diri pada 14 Februari lalu, yang menewaskan lebih dari 40 personel paramiliter India.

India yang menuduh kelompok teror di Pakistan bertanggung menjawab dengan serangan udara hari Selasa (16/2) ke wilayah Pakistan. Inilah serangan militer pertama semacam itu sejak perang tahun 1971 di wilayah yang kemudian menjadi negara Bangladesh.

Sengketa lama di Kashmir

Pakistan hari Rabu (27/2) mengklaim telah menembak jatuh dua pesawat tempur India yang melanggar wilayahnya, satu di antaranya jatuh di bagian Kashmir yang dikuasai Pakistan, yang lain di Kashmir yang dikuasai India.

Namun India hanya mengakui kehilangan satu jet tempur MiG-21. India juga mengatakan bahwa pilotnya "hilang dalam aksi". Pada saat yang sama India mengatakan telah menembak jatuh pesawat tempur Pakistan, namun Islamabad membantah hal itu. Tetapi berita media menunjukkan gambar pesawat tempur India yang jatuh di Kashmir hari Rabu (foto artikel).

Militer Pakistan menyebarkan video seorang pria berkumis yang mengidentifikasi dirinya sebagai pilot India, sedang minum teh dan menjawab pertanyaan saat diinterogasi. Kebanyakan pria itu hanya menjawab "Anda tahu saya tidak bisa menjawabnya."

Kashmir menjadi wilayah sengketa antara India dan Pakistan sejak negara-negara itu didirikan tahun 1947. India dan Pakistan sudah tiga kali terlibat perang, dua kali di antaranya karena sengketa wilayah Kashmir.

hp/vlz (afp, rtr, ap)




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed