DetikNews
Kamis 28 Februari 2019, 11:20 WIB

Perseteruan Pakistan dan India di Kashmir Semakin Memanas

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Perseteruan Pakistan dan India di Kashmir Semakin Memanas
Islamabad - Militer Pakistan menembak jatuh dua pesawat India, sehari setelah pesawat tempur India menyerang Pakistan. Ketegangan meningkat sejak insiden bom bunuh diri oleh militan Pakistan di Kashmir yang dikuasai India.

Ketegangan antara India dan Pakistan semakin memuncak menyusul serangan bom bunuh diri, yang dilakukan oleh kelompok militan yang berbasis di Pakistan Jaish-e-Mohammed (JeM), di wilayah Kashmir India pada pertengahan Februari lalu.

Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan serangan, yang menewaskan setidaknya 41 tentara India itu, sebagai tindakan "pengecut". Pejabat India lainnya mengatakan mereka memiliki "bukti tak terbantahkan" bahwa Islamabad terlibat dalam pemboman itu.

Pemerintah Pakistan menyangkal keterlibatan apa pun dan menyatakan mereka mengutuk tindakan kekerasan di mana pun di dunia.

Peristiwa ini merupakan kemunduran besar bagi hubungan India-Pakistan yang sudah bergolak. Kedua negara memiliki hubungan berduri dan telah berperang tiga kali, dua di antaranya karena persengketaan wilayah Kashmir.

India menyalahkan Pakistan karena mendukung serangan teror militan Muslim terhadap India. Pakistan secara rutin menyangkal tuduhan India bahwa mereka mendukung terorisme. Sejak akhir 1980-an, pemberontakan separatis Kashmir mengalami fluktuasi, tetapi dalam lima tahun terakhir mulai meningkat ketika generasi baru Kashmir tertarik pada militansi.

Baca juga: Cina, India, Pakistan Tingkatkan Senjata Nuklir

India Menyerang

India mengatakan pada hari Selasa (26/02) bahwa pasukan udaranya telah melakukan serangan di Pakistan, menargetkan kamp-kamp yang dijalankan oleh kelompok militan JeM. Mereka mengklaim telah berhasil membunuh "sejumlah besar" militan dalam operasi itu.

"Sejumlah besar teroris Jaish-e-Mohammed, pelatih, komandan dan kelompok jihadis yang sedang dilatih untuk aksi fidayeen (bunuh diri) telah terbunuh", Menteri Luar Negeri India Vijay Gokhale mengatakan pada konferensi pers.

Pejabat keamanan India yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan kepada DW bahwa operasi itu menggunakan pesawat Mirage 2000, yang terbang melintasi Line of Control (LoC) dan menjatuhkan 1.000 kilogram bom. Mirage 2000 adalah jet tempur generasi keempat bermesin tunggal buatan Prancis, yang diproduksi oleh Dassault Aviation.

Istilah Line of Control merujuk pada garis kontrol militer antara India dan Pakistan yang menguasai bagian-bagian bekas negara Jammu dan Kashmir. Garis ini tidak membentuk batas internasional yang diakui secara hukum, tetapi merupakan perbatasan de facto.

Pakistan Membalas

Pakistan pada hari Rabu (27/02) mengatakan militernya telah melakukan serangan udara di wilayah Kashmir yang dikuasai India, menembak jatuh dua jet India di wilayah udara Pakistan dan menangkap salah satu pilot.

"Hari ini, angkatan udara Pakistan melancarkan serangan di Line of Control dari dalam wilayah udara Pakistan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Mohammad Faisal.

Juru bicara angkatan udara Pakistan, Mayjen Asif Ghafoor, menulis di Twitter bahwa pasukan Pakistan di darat telah menangkap seorang pilot India. Salah satu pesawat jatuh di bagian Kashmir Pakistan dan yang lainnya jatuh di Kashmir yang dikuasai India.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Mohammad Faisal mengatakan, "satu-satunya tujuan tindakan ini adalah untuk menunjukkan hak, kemauan, dan kemampuan kami untuk mempertahankan diri."

"Kami tidak ingin ada eskalasi (konflik) tetapi sepenuhnya siap jika dipaksa masuk ke dalam paradigma itu," tambahnya.

na/hp (dw)




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed