DetikNews
Kamis 15 November 2018, 20:49 WIB

Kabinet Inggris Setujui Rancangan Kesepakatan Brexit

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Kabinet Inggris Setujui Rancangan Kesepakatan Brexit
London - PM Inggris Theresa May mengatakan, kabinetnya menyetujui rancangan kesepakatan Brexit. Namun kesepakatan masih harus disetujui oleh parlemen, dan May mungkin akan hadapi tantangan dari mitra koalisinya.

Perdana Menteri Inggris, Theresa May berhasil mendapat sokongan kabinet untuk rancangan kesepakatan Brexit, Rabu (14/11), walaupun 10 menteri menyatakan tidak menyetujuinya. Rancangan itu kini diserahkan untuk dirundingkan oleh parlemen Inggris.

Ketika kabinet Inggris mendiskusikan rancangan kesepakatan, di Brussel, Belgia, para duta besar dari 27 negara anggota Uni Eropa (UE) merundingkan proposal yang diajukan. Hari ini Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengumumkan, 25 November mendatang para pemimpin pemerintahan dan pemimpin negara anggota Uni Eropa akan mendiskusikan rancangan kesepakatan awal yang sudah dicapai antara Inggris dan Uni Eropa.

Kamis pagi, ketua tim perunding Brexit dari Uni Eropa Michel Barnier mengatakan kepada Donald Tusk, rancangan kesepakatan akan mengatur pemisahan Inggris secara bertahap dan teratur dari Uni Eropa, termasuk peraturan bagi periode transisi yang berlangsung 21 bulan.

Baca juga: Penghitungan awal: Inggris memutuskan keluar Uni Eropa (Brexit)

Pada kesempatan itu Barnier menekankan, rencana baru yang mencegah didirikannya perbatasan di pulau Irlandia akan menguntungkan perekonomian Irlandia dan kawasan Irlandia Utara.

Poin-poin kunci dalam rancangan kesepakatan awal

Setelah negosiasi 18 bulan, Inggris dan Uni Eropa mempublikasikan rancangan kesepakatan Brexit setebal 585 halaman.

Dalam hal hak kewarganegaraan, menurut rancangan kesepakatan, hak-hak warga UE di Inggris dan sebaliknya, akan dilindungi. Warga negara Inggris yang sudah tinggal di wilayah UE selama lima tahun saat masa transisi berakhir, punya hak tinggal permanen di sana. Sebaliknya juga demikian. Selain itu, warga UE yang tinggal di Inggris bisa kapan saja mendatangkan anggota keluarga dekat untuk tinggal di Inggris. Bagi pekerja dan pengusaha, hak-hak yang sekarang mereka miliki akan terus dijamin.

Periode transisi akan berakhir 31 Desember 2020. Periode transisi bisa diperpanjang, jika perpanjangan disetujui semua pihak sebelum 1 Juli 2020. Di akhir masa transisi, komite gabungan yang dipimpin bersama oleh UE dan Inggris akan mengawasi perumusan kesepakatan final Brexit. Semua keputusan akan disetujui bersama, dan keputusan mereka akan bersifat mengikat.

Dalam hal keuangan, Inggris akan ikut anggaran tahunan Uni Eropa tahun 2019 dan 2020. Setelah 2020 Inggris tidak terikat komitmen lagi, walaupun masa transisi diperpanjang. Biaya keseluruhan diduga akan mencapai antara 35 hingga 51 miliar Dolar.

Baca juga: Krisis Pemerintahan di Inggris, PM Theresa May Berusaha Bertahan

Bagaimana selanjutnya?

Jika tanggal 25 November nanti rancangan kesepakatan disetujui oleh Inggris dan semua pemimpin negara dan pemerintahan Uni Eropa, kesepakatan masih harus disetujui parlemen Inggris. Banyak pengamat memperkirakan, di tahap ini kesepakatan tidak akan lolos dengan mudah.

Jika lolos, kesepakatan dianggap hanya bersifat sementara, untuk memungkinkan Brexit berjalan teratur, dan memungkinkan kedua belah pihak menegosiasikan hubungan permanen. Jika tidak lolos, masa transisi akan diperpanjang.

ml/as (afp, rtr)




(nvc/nvc)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed