DetikNews
Selasa 06 November 2018, 09:59 WIB

Angka Harapan Hidup Tahun 2040: Spanyol Teratas, Peringkat RI Naik

DW (Soft News) - detikNews
Angka Harapan Hidup Tahun 2040: Spanyol Teratas, Peringkat RI Naik
Jenewa - Tingkat harapan hidup pada tahun 2040 akan meningkat setidaknya di semua negara. Namun peringkat akan berubah secara dramatis. Indonesia naik peringkat.

Spanyol diperkirakan mengambil posisi teratas tingkat harapan hidup. Dengan proyeksi masa hidup rata-rata hampir 85,8 tahun, Spanyol – yang sebelumnya berada di tempat ke-4 - akan menurunkan tahta Jepang, yang duduk di peringkat atas saat ini dengan jangka hidup 83,7 tahun dan akan turun ke posisi kedua pada tahun 2040.

Dua kekuatan ekonomi terbesar dunia bertukar posisi dibandingkan dengan tahun 2016: pada tahun 2040 Amerika Serikat diperkirakan turun dari posisi 43 ke 64 (79,8 tahun), sementara China naik dari posisi 68 ke 39 (81,9 tahun).

Para peneliti menemukan negara-negara lain yang akan bertukar posisi dalam menuju usia panjang termasuk Kanada (dari 17 ke 27), Norwegia (12 ke 20), Australia (5 ke 10), Meksiko (69 ke 87), Taiwan (35 kea 42) dan Korea Utara (dari 125 ke 153).

Indonesia naik peringkat

Yang naik peringkat adalah Indonesia (dari posisi 117 ke 100), Nigeria (157 ke 123), Portugal (23 ke 5), Polandia (48 ke 34), Turki (40 ke 26), Arab Saudi (61 ke 43).

Dengan asumsi perang yang tak berkesudahan dan menghancurkannya berakhir, Suriah akan bangkit dari posisinya di peringkat 137 pada tahun 2016 ke peringkat 80 di tahun 2040.

Untuk dunia secara keseluruhan, studi para peneliti memproyeksikan kenaikan rata-rata lima tahun dalam rentang umur, dari usia 73,8 pada tahun 2016 menjadi 77,7 tahun pada 2040.

Peneliti juga meramalkan skenario yang lebih optimistis dan pesimistis, di mana harapan hidup mungkin meningkat menjadi 81 tahun dalam paruh pertama atau bisa juga mengalami mengalami stagnansi. "Masa depan kesehatan dunia tidak ditakdirkan," kata penulis utama studi tingkat harapan hidup, Kyle Foreman, yang merupakan kepala ilmu data di Institut Metrik dan Evaluasi Kesehatan (IHME) di Universitas Washington. "Tapi apakah kita melihat kemajuan yang signifikan atau stagnasi tergantung pada seberapa baik atau buruk sistem kesehatan."

Apa yang mempengaruhi?

Lima penentu rata-rata rentang hidup dalam dua dekade dari sekarang semuanya terkait dengan apa yang disebut penyakit "gaya hidup" yakni : tekanan darah tinggi, kelebihan berat badan, gula darah tinggi, bersama dengan penggunaan alkohol dan tembakau. Faktor keenam dekat adalah polusi udara, yang para ilmuwan perkirakan di China saja telah menelan satu juta jiwa per tahun.

Situasi negara-negara termiskin di dunia pada tahun 2018 akan terus memburuk jika menyangkut urusan angka harapan hidup, demikian menurut penelitian yang diterbitkan dalam The Lancet. Lesotho, Republik Afrika Tengah, Zimbabwe, Somalia, dan Swaziland berada di peringkat bawah. "Ketimpangan akan terus membesar," kata Direktur IHME Christopher Murray. "Di sejumlah besar negara, terlalu banyak orang akan terus mendapatkan penghasilan yang relatif rendah, tetap berpendidikan rendah, dan mati sebelum waktunya," ujarnya.

"Tetapi negara-negara itu dapat membuat kemajuan lebih cepat dengan membantu orang mengatasi risiko utama, terutama merokok dan pola makan yang buruk," tambahnya dalam sebuah pernyataan.

Konsumsi tembakau sendiri diduga merenggut nyawa sekitar tujuh juta jiwa setiap tahunnya, demikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia, WHO.

Pada 2016, empat dari sepuluh penyebab kematian prematur adalah penyakit kronis yang tidak menular atau cedera. Pada tahun 2040, angka itu diperkirakan meningkat.

ap/vlz (afp)




(nvc/nvc)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed