DetikNews
Rabu 19 September 2018, 09:00 WIB

Kereta Hidrogen Pertama di Dunia Meluncur di Jerman

DW (Soft News) - detikNews
Kereta Hidrogen Pertama di Dunia Meluncur di Jerman Foto: Getty Images/AFP
Berlin - Para komuter di Jerman kini bisa naik kereta hidrogen pertama di dunia. Jerman terus mencari alternatif untuk mengganti mesin-mesin diesel tua. Kereta api hidrogen lebih ramah lingkungan.

Kereta hidrogen buatan Perancis ini menempuh rute perjalanan pertamanya dari stasiun Bremervrde di Niedersachsen pada hari Senin (17/09). Ini terobosan pertama di dunia teknologi transportasi.

Dua mesin Coradia iLint akan menggantikan kereta diesel pada rute 100 kilometer yang menghubungkan kota Cuxhaven dan Buxtehude, dengan 14 kereta hidrogen lainnya yang akan diterapkan di seluruh negara bagian pada tahun 2021. Mesin tipe baru diproduksi oleh perusahaan Perancis Alstom.

"Kereta hidrogen pertama di dunia memasuki layanan komersial dan siap untuk produksi berseri," kata CEO Alstom Henri Poupart-Lafarge saat upacara peresmian di Bremervrde, yang akan berfungsi sebagai tempat pengisian bahan bakar.

Kereta api baru membawa tangki hidrogen dan sel bahan bakar di atas atap, dan menghasilkan listrik dengan menggabungkan hidrogen dan oksigen. Kelebihan energi disimpan dalam baterai ion lithium. Mesin dapat menempuh jarak sekitar 1.000 kilometer tanpa pengisian bahan bakar dan mencapai kecepatan maksimum 140 kilometer per jam, mirip dengan kereta diesel.

Uap, bukan asap

Namun, tidak seperti mesin yang lebih tua, kereta api hidrogen hanya menghasilkan uap dan air cair. Produsen mengklaim bahwa kereta api baru tidak bising dan biaya operasinya lebih murah.

"Tentu, membeli kereta hidrogen agak lebih mahal daripada kereta diesel, tetapi operasinya lebih murah," kata Stefan Schrank, manajer proyek di Alstom, kepada kantor berita AFP.

Negara bagian Niedersachsen akan membayar total 81,3 juta Euro atau sekitar 1,5 trilyun Rupiah untuk proyek tersebut. Ini sejalan dengan inisiatif jangka panjang Jerman untuk secara drastis mengurangi polusi dan meningkatkan penggunaan bahan bakar terbarukan hingga tahun 2050.

Alstom mengatakan bahwa negara-negara lain juga mencari untuk membeli kereta mereka, termasuk Inggris, Belanda, Denmark, Norwegia, Italia dan Kanada.

vlz/yf (AFP, dpa, epd)




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed