DetikNews
Kamis 16 Agustus 2018, 15:04 WIB

Jerman Juga Punya Masalah dengan Modernisasi Jembatan

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Jerman Juga Punya Masalah dengan Modernisasi Jembatan
Berlin - Runtuhnya jembatan di Genoa, Italia, membuat media Jerman menyoroti masalah jembatan-jembatan tua di negaranya. Tapi para ahli sepakat, resiko jembatan runtuh di Jerman minimal.

Runtuhnya jembatan utama yang spektakuler di Genoa, Italia, hari Selasa (14/9) menjadi alasan bagi banyak media menyoroti soal modernisasi jembatan di Jerman. Meskipun penyebab runtuhnya jembatan Morandi belum dikonfirmasi, namun faktanya saat terjadi badai hebat, jembatan itu memang sedang mengalami perbaikan fondasi.

Di Jerman belakangan muncul banyak kritik, karena kurangnya investasi untuk perbaikan dan penggantian jembatan. Salah satu jembatan yang sering disorot akhir-akhir ini antara lain jembatan di atas sungai Rhein di Leverkusen, dekat kota Kln. Jembatan sekarang sedang mengalami perbaikan.

Sejak tahun 2012, truk-truk berat dilarang melintasi jembatan Leverkusen, karena ditemukan adanya keretakan pada struktur jembatan. Sebuah jembatan baru penggantinya, sekarang sedang dikerjakan dan direncanakan selesai tahun 2024.

Di Jerman bagian timur lebih modern

Meskipun ada keluhan dari pengemudi truk dan pandangan pesimis tentang kondisi jalan, infrastruktur transportasi umum dan gedung-gedung pemerintahan serta jaringan jalan di Jerman masih merupakan salah satu yang terbaik di Eropa. Divisi Mobilitas dan Transportasi Komisi Eropa mengukur kualitas berbagai jenis infrastruktur di seluruh Uni Eropa (UE). Dari 2013 hingga 2017, kualitas jalan Jerman menduduki peringkat ke-6. Sedangkan Italia menduduki peringkat 20, lalu membaik ke peringkat 17. Menurut laporan UE, Belanda, Prancis, Portugal dan Denmark memiliki jaringan jalan terbaik di Eropa.

Konstruksi jembatan memang selalu bermasalah, karena terdiri dari berbagai bagian yang harus menahan beban dari bobot jembatan itu sendiri sekaligus dari peningkatan arus lalu lintas yang kian bertambah dari tahun ke tahun. Majalah berita Jerman Der Spiegel baru-baru ini membuat laporan khusus tentang kondisi jembatan Jerman dan menyimpulkan bahwa 12,4 persen jembatan berada dalam kondisi buruk.

Dari tahun 2005 hingga 2018 jumlah jembatan dalam kondisi buruk turun sedikit, tetapi begitu juga jumlah dalam kondisi yang "baik" turun menjadi "kondisi rata-rata". Negara bagian Jerman Saarland dan Hessen memiliki jumlah terbanyak jembatan dalam kondisi buruk. Sementara negara bagian Sachsen dan Thringan di Jerman bagian timur memiliki kualitas jembatan terbaik.

Prosedur perijinan sulit

Secara keseluruhan, negara-negara bekas Jerman Timur memiliki infrastruktur regional yang lebih baik daripada di barat, karena sebagian besar dibangun dan diperbaiki setelah reunifikasi Jerman. Sedangkan jembatan di Jerman bagian barat rata-rata jauh lebih tua dan harus menahan beban lalu lintas yang lebih tinggi.

Meskipun banyak jembatan dan jalan-jalan harus diperbaiki, otoritas Jerman cukup ketat mengawasi keselamatan jembatan. Ada ribuan insinyur yang bertugas mengawasi keselamatan jembatan dan bangunan di Jerman. Masalahnya, seperti di banyak negara lain, tanggung jawab untuk jalan berada di tangan beberapa pihak yang bersaing: antara pemerintah federal, negara bagian dan pemerintahan lokal.

Sengketa biasanya berkaitan dengan pembiayaan pembaruan infrastruktur. Pemerintahan lokal mengatakan pemerintahan pusat harus ikut mendanai proyek-proyek infrastruktur. Sedangkan pemerintahan federal sering mengatakan, itu adalah tanggung jawab lokal.

Bahkan juga setelah ada kesepakatan mengenai pembiayaan, pembangunan infrastruktur, terutama jembatan, perizinannya sering harus melalui prosedur persetujuan yang rumit. Karena penduduk lokal sering menolak proyek pembangunan jembatan besar, dengan alasan merusak lingkungan, mengganggu pemandangan atau kenyamanan mereka.

hp/as




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed