DetikNews
Kamis 12 Juli 2018, 10:39 WIB

Trump: Jerman Dikendalikan Sepenuhnya oleh Rusia

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Trump: Jerman Dikendalikan Sepenuhnya oleh Rusia
Brussels - Beberapa jam jelang dimulainya KTT NATO yang akan membahas pembagian beban pertahanan, Presiden Donald Trump mengecam Jerman dan menyebut negara itu sebagai "tawanan" Rusia karena kesepakatan pipa gas yang menguntungkan.

"Jerman dikendalikan Rusia karena mendapatkan begitu banyak energi dari Rusia," kata Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengacu pada kesepakatan Nord Stream 2 pemerintahan di Berlin dengan Moskow. "Mereka membayar miliaran dolar ke Rusia dan kami harus membela mereka melawan Rusia."

Berlin berharap jaringan pipa Laut Baltik sepanjang 1.200 kilometer akan memungkinkan pengiriman langsung lebih dari 55 miliar meter kubik gas alam Rusia di akhir 2019.

Tetapi AS dan beberapa negara Eropa timur telah mengkritik kesepakatan itu, khawatir hal itu dapat membuat Jerman terlalu bergantung pada Rusia pada saat ketegangan diplomatik meningkat antara Moskow dan NATO.

Berbicara di Brussels, Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen segera menanggapi kritik Trump terhadap Nord Stream 2. "Kami memang memiliki banyak masalah dengan Rusia," katanya. "Di sisi lain, kita harus tetap menjaga jalur komunikasi antara negara atau sekutu dan musuh."

Berseteru dengan Eropa

Kritikan keras Trump terhadap Jerman selama bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg datang kurang dari sehari setelah ia menukar kata-kata keras dengan Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengenai pembelanjaan pertahanan Eropa.

Sesaat sebelum tiba di Brussels, Trump mengecam anggota NATO Eropa karena gagal memenuhi target aliansi menghabiskan setidaknya 2 persen dari PDB untuk pertahanan. "Banyak negara di NATO, yang kami harapkan untuk dipertahankan, tidak hanya kekurangan komitmen mereka saat ini sebesar 2 persen (yang rendah) tetapi juga menunggak selama bertahun-tahun dalam pembayaran yang belum dilakukan. Apakah mereka akan mengganti AS? " tulisnya di Twitter.

Di Brussels, Tusk membalas Trump karena "mengkritik Eropa hampir setiap hari" dan mengatakan presiden AS harus mengakui bahwa Eropa adalah sekutu terdekat AS. "Dear America, hargai sekutu Anda, bagaimanapun juga Anda tidak memiliki banyak sekutu," ujar Tusk.

Pembicaraan tegang menanti

Pertengkaran atas anggaran pertahanan diatur untuk mendominasi pertemuan dua hari di mana para pemimpin juga diharapkan akan menandatangani kesepakatan tentang sebuah pasukan reaksi cepat baru, peningkatan pendanaan untuk pasukan keamanan Afghanistan dan undangan bagi Makedonia untuk bergabung dengan aliansi yang berusia hampir 70 tahun ini.

Hanya delapan anggota dari 29 blok kuat yang diperkirakan menghabiskan setidaknya 2 persen dari PDB mereka untuk pertahanan di tahun 2018 - AS, Estonia, Yunani, Inggris, Latvia, Lithuania, Polandia dan Rumania. Pengeluaran pertahanan Jerman saat ini 1,24 persen dari PDB-nya.

Pertemuan itu juga akan berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan soal tarif impor AS pada baja dan aluminium Eropa dan penarikan Trump dari kesepakatan nuklir dengan Iran yang ingin diselamatkan oleh banyak negara Eropa.

vlz/hp (dpa, AFP, Reuters, AP)




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed