DetikNews
Kamis 24 Mei 2018, 17:08 WIB

Ilmuwan Lacak Sinyal Radio yang Dipancarkan Pusat Alam Semesta

DW (Soft News) - detikNews
Ilmuwan Lacak Sinyal Radio yang Dipancarkan Pusat Alam Semesta Foto: Picture-Alliance/DPA/NASA
Berlin - Apakah ada makhluk cerdas lain di luar Bumi? Teleskop radio CSIRO menangkap lebih dua lusin sinyal radio pulsa amat pendek dari jarak miliaran tahun cahaya. Tapi sumber pulsa radionya hingga kini masih misterius.

Fast Radio Burst demikian istilah astro-fisika untuk fenomena denyutan pulsa radio amat singkat itu. Pulsanya ibarat letupan hanya berdenyut dalam hitungan milidetik. Sinyal radio dipancarkan dari pusat alam semesta yang jaraknya miliaran tahun cahaya dari Bumi.

"Suaranya seperti sirena ambulans yang lewat dengan cepat, jika kita dengarkan lewat receiver khusus", ujar para peneliti di proyek Parkes Radio Telescope CSIRO di Australia. "Sumber pancaran sinyal radio masih misterius. Para peneliti tidak punya gambaran, obyek apa yang memproduksi sinyal sepert itu", kata John Sarkissian, seorang peneliti di CSIRO.

Bisa jadi Lubang Hitam yang meledak. Atau bintang neutron yang mengalami fusi. "Atau juga fenomena alam semesta yang lebih eksotis," papar Sarkissian lebih lanjut.

Proyek melacak kehidupan extra-terrestrial

Pulsa sinyal radio itu berhasil direkam oleh proyek penelitian untuk melacak kehidupan extra-terrestrial di Australia. Proyek ini "mendengar" sinyal kosmik di belahan bumi bagian selatan menggunakan Teleskop Radio. Walau begitu, para peneliti menepis spekulasi kemungkinan sinyalnya dipancarkan ET alias Makhluk Cerdas Lain di Jagat Raya?

Ilmuwan dalam proyek ET, Danny Price menegaskan; "Kita harus hati-hati jangan membuat penjelasan yang manusia-sentris, bahwa ada makhluk lain yang ingin komunikasi. Sebaliknya kita harus berpikir, kalau memang ada yang ingin berkomunikasi dengan kita, pasti dilakukan dengan cara yang efisien energi."

Price maupun Sarkissian secara senada mengatakan, fenomenanya astro-fisikal. Hampir semua bukti mengarah ke sana. "Risetnya tidak akan berhenti, sampai kami menemukan sesuatu," ujar Price.

Para peneliti juga akan mengikuti imbauan mendiang Stephen Hawking. Jika menerima panggilan telefon dari ET, jangan menjawab, cukup dengarkan pesannya!

Yang jelas, hingga kini para pakar astronomi belum menerima panggilan telepon ET dan terus meneliti jagad raya dan galaksi, untuk meningkatkan pengetahuan umat manusia. Sekaligus untuk mencari jawaban beragam pertanyaan dan misterius yang belum terpecahkan.

as/yf(ebu, auabc)




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed