DetikNews
Jumat 20 April 2018, 10:10 WIB

Macron dan Merkel Tegaskan Penguatan Poros Prancis-Jerman

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Macron dan Merkel Tegaskan Penguatan Poros Prancis-Jerman
Berlin - Presiden Prancis berkunjung ke Jerman dan berbicara dengan Kanselir Angela Merkel. Minggu depan, kedua politikus akan menemui Presiden Donald Trump di Washington.

Emmanuel Macron tiba Kamis siang di Berlin (19/4) dan langsung diterima Kanselir Angela Merkel di gedung istana bersejarah Berliner Stadtschloss yang sedang dipugar. Tempat ini mulai tahun 2019 disiapkan sebagai pusat penelitian masalah migrasi dan globalisasi.

Dalam konferensi pers Macron mengatakan, Eropa saat ini berada di simpang jalan dalam dalam momen sangat penting. Dia menyebut tantangan global saat ini adalah sistem perdagangan global, perubahan besar dalam teknologi informasi dan masalah perubahan iklim. Eropa harus menemukan jawaban bersama dalam berbagai tantangan itu, kata Macron.

Kanselir Angela Merkel menegaskan, dalam beberapa bidang memang masih ada perbedaan pandangan, namun Jerman dan Prancis harus bisa menemukan kompromi sampai pertengahan tahun ini. "Kita perlu perdebatan terbuka, dan pada akhirnya kemampuan untuk berkompromi," katanya. Kedua politikus sore ini akan bertemu di Kantor Kekanseliran untuk membahas reformasi Uni Eropa serta penguatan zona euro. Tema penting lain yang akan dibicarakan adalah politik pengungsi dan politik suaka di Uni Eropa.

Reformasi zona euro

Emmanuel Macron ingin memperkuat zona euro dari terpaan krisis keuangan seperti yang sudah-sudah. Dia menuntut politik bersama anggota Uni Eropa dalam bidang moneter. Dia juga mengusulkan pembuatan Dana Khusus Euro untuk menanggulangi krisis ekonomi yang mungkin terjadi.

Setiap negara anggota akan membayar iuran tahunan ke dalam kas bersama ini. Lalu, dana yang dikumpulkan bisa disalurkan untuk membantu negara anggota yang sedang terkena krisis keuangan. Untuk koordinasi, Prancis mengusulkan seorang Menteri Keuangan Zona Euro.

Tapi banyak negara zona euro, terutama Jerman, enggan menyerahkan kompetensi politik keuangannya ke tangan Uni Eropa, dan lebih ingin jika masalah keuangan tetap menjadi wewenang nasional. Para penentang gagasan ini khawatir, kalau mereka nantinya harus 'membayar utang negara-negara lain'.

Hubungan lebih erat

Lembaga-lembaga riset ekonomi Jerman menyatakan optimis, perekonomian di Prancis akan membaik di bawah kepemimpinan Emmanuel Macron. Dalam laporan tahunan untuk untuk pemerintah Jerman mereka menyebutkan: "Secara keseluruhan, rencana reformasi yang dicanangkan menyentuh permasalahan dasar perekonomian Prancis". Melalui langkah-langkah itu, para ahli ekonomi yakin Prancis akan mampu menekan beban utang, mendorong fleksibilitas pasar kerja dan meningkatkan sumber daya manusianya.

Poros Jerman-Prancis selama ini memang menjadi motor utama langkah-langkah pembaruan di Uni Eropa. Hubungan kedua negara yang dulu bermusuhan ini juga terus membaik, setelah Perjanjian Elysee dari tahun 1963 ditandatangani oleh Presiden Prancis Charles de Gaulle dan Kanselir Jerman Barat Konrad Adenauer.

Perjanjian Elysee kini akan diperbarui, 55 tahun setelah disepakati. Berbagai rancangan sedang digagas dan rancangan akhir disusun. Rencananya, pembaruan Perjanjian Elysee akan ditandatangani akhir tahun ini. Jerman dan Prancis terutama ingin meningkatkan kerjasama di daerah perbatasan dan dalam bidang pendidikan.

hp/ (dpa, afp, rtr)




(nvc/nvc)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed