DetikNews
Rabu 07 Maret 2018, 15:28 WIB

Patung Karl Marx Hadiah dari China Jadi Perdebatan di Kota Trier Jerman

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Patung Karl Marx Hadiah dari China Jadi Perdebatan di Kota Trier Jerman
Berlin - Tanggal 5 Mei, kota Trier di Jerman merayakan HUT Karl Marx yang ke-200. Sebagai sambutan, Cina menghadiahkan patung besar setinggi lebih 4 meter, yang jadi bahan perdebatan.

Pada awal abad ke 19, industrialisasi sedang digalakkan dimana-mana di Jerman dan Eropa. Para buruh harus bekerja lebih keras lagi dalam kondisi payah, sementara para pemilik pabrik makin kaya.

Pada situasi inilah, Karl Marx dilahirkan 5 Mei 1818 di kota Trier. Kondisi mengenaskan para buruh membuatnya menjadi pengkritik paling keras sistem kapitalisme yang meluas saat itu. Dia mencoba membuat analisa dan menyusun teori perlawanan, yang kemudian dikenal sebagai komunisme.

Hadiah dari komunis Cina

Bersama dengan Friedrich Engels, Karl Marx lalu menulis dan menyebarkan "Manifesto Komunis" tahun 1848. Inilah salah satu manuskrip yang paling banyak dibaca hingga saat ini.

Manifesto setebal 23 halaman itu telah diterjemahkan ke dalam lebih 100 bahasa. Tahun 2013, UNESCO menyatakan manifesto itu sebagai Warisan Budaya Dunia dalam bentuk dokumen.

Untuk menghormati pemikir yang punya nama besar itu, kota Trier menggelar acara peringatan HUT ke 200 Karl Marx. Sebuah patung perunggu setinggi 4,40 meter dengan bobot 2,3 ton akan dipasang di pusat kota. Yang jadi penyulut perdebatan sengit, patung ini adalah hadiah dari Cina.

Hari Selasa (6/3) patung besar ini tiba di Trier. Karya pematung Cina Weishan Wu menunjukkan sosok Karl Marx yang memandang menerawang, seakan sedang berpikir atau merenung.

Simbol penindasan?

Tidak semua warga Trier setuju dengan pemancangan patung ini. Sejak Maret tahun lalu sudah dipasang sebuah model patung itu dari kayu, agar warga kota bisa melihat dan menilainya.

Banyak yang mengeritik patung itu terlalu besar dan mereka menyebutnya Mega-Marx. Sementara beberapa organisasi hak asasi dan kelompok korban rejim komunis menggalang protes dan menyebut patung itu sebagai simbol penindasan. Tapi Dewan Kota bergeming dan tetap memutuskan pemancangan patung itu.

Patung Karl Marx dan Friedrich Engels memang sering menyulut debat sengit di Jerman. Mereka yang setuju mengatakan, bagaimanapun Karl Marx dan Friedrich Engels adalah sosok sejarah penting, yang telah mempengaruhi pemikiran banyak orang, tidak hanya di Jerman, melainkan juga di berbagai belahan dunia.

hp/vlz (dpa, KNA)




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed