DetikNews
Selasa 06 Maret 2018, 18:10 WIB

Korut dan Korsel Bahas Kemungkinan Penyelenggaraan Pertemuan Puncak

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Korut dan Korsel Bahas Kemungkinan Penyelenggaraan Pertemuan Puncak
Pyongyang - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un hari Senin (5/3) menerima delegasi tinggi Korea Selatan di Pyongyang. Apakah ini sinyal pencairan hubungan kedua negara di semenanjung Korea?

Pimpinan Korea Utara Kim Jong Un bereaksi positif terhadap gagasan mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Utara-Selatan. Demikian pernyataan yang dirilis kedua negara Korea hari Selasa (6/3), setelah Kim Jong Un menerima delegasi tingkat tinggi Korea Selatan di Pyongyang.

[Gambas:Video 20detik]

Media pemerintah Korea Utara KCNA melaporkan, Kim Jong Un menyampaikan keinginannya untuk "menulis sebuah sejarah baru penyatuan kembali" saat acara makan malam dengan anggota delegasi Korea Selatan Senin malam (5/3).

Pendekatan baru antara kedua negara Korea ini diawali saat penyelenggaraan Olimpiade musim dingin yang dilaksanakan di Korea Selatan bulan Februari. Saat itu Korea Utara mengirim delegasi olahraga dan memberi sinyal untuk konsultasi bersama.

Lima utusan Korea Selatan, yang dipimpin oleh penasihat keamanan senior Presiden Jae In, Chung Eui Yong, bertemu dengan Kim Jong Un hari Senin untuk membahas kemungkinan perundingan antara kedua negara Korea dan Amerika Serikat.

Ini adalah untuk pertama kalinya Kim Jong Un bertemu dengan para pejabat tinggi Korea Selatan sejak menjabat sebagai pimpinan Korea Utara tahun 2011.

"Mendengar niat Presiden Moon Jae In untuk melakukan pertemuan puncak dari utusan khusus Korea Selatan, dia [Kim] bertukar pandangan dan membuat kesepakatan yang memuaskan," tulis KCNA.

Seoul konfirmasi penjajakan pertemuan puncak

Seoul mengatakan belum ada kesepakatan yang dicapai pada pertemuan antara Kim Jong Un dan delegasi Korea Selatan, namun menegaskan bahwa kedua belah pihak telah membahasnya dan "berbagi pandangan" mengenai hal-hal lain, kata seorang pejabat tinggi pemerintah di Seoul.

Baik Korea Utara maupun Amerika Serikat menyatakan mereka bersedia mengadakan pembicaraan, namun posisi AS adalah bahwa Korea Utara harus lebih dulu menunjukkan niat denuklirisasi, sesuatu yang selama ini ditolak Pyongyang.

Korea Utara bersikeras bahwa perundingan perdamaian harus dimulai tanpa prasyarat dan mengecam tuntutan Washington.

Delegasi tinggi Korea Selatan berada di Pyongyang sampai hari Selasa untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut.

AS 'hati-hati tapi optimis'

Departemen Pertahanan AS, melalui juru bicara Pentagon, Kolonel Robert Manning, mengatakan bahwa pihaknya "dengan hati-hati merasa optimis dan jelas mendorong dialog tersebut agar dapat berlangsung."

Manning selanjutnya menyatakan, militer AS akan berdiri "bahu-membahu" dengan sekutu Korea Selatan, dan benar-benar yakin tentang komitmen Seoul terhadap "aliansi erat" mereka.

Kepala delegasi Korea Selatan Chung Eui Yong dan kepala intelijen Suh Hoon dijadwalkan berkunjung ke Washington akhir pekan ini untuk memberikan keterangan kepada para pejabat AS mengenai konsultasi mereka dengan Korea Utara.

hp/vlz (rtr, dpa, afp)




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed