DetikNews
Kamis 21 Desember 2017, 18:34 WIB

Catalonia Gelar Pemilu Regional di Tengah Krisis Perpecahan

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Catalonia Gelar Pemilu Regional di Tengah Krisis Perpecahan Para pemilih di Barcelona menunggu giliran memberi suara dalam pemilu regional Catalonia (Reuters)
Barcelona - Catalonia hari Kamis (21/12) melangsungkan pemilihan umum baru, setelah parlemen dan pemerintahan sebelumnya dibekukan oleh pemerintah Spanyol. Tapi isu perpecahan tetap aktual.

Pemungutan suara hari Kamis (21/12) akan menjadi ajang persaingan ketat bagi kubu pro independen yang ingin memisahkan diri dari Spanyol dengan kubu pro persatuan yang tetap ingin kawasannya menjadi bagian dari Spanyol. Menurut jajak pendapat terakhir, kedua kubu bersaing dengan perbedaan tipis, sehingga sulit diprediksi, kubu mana yang akan mendapat suara mayoritas.

Pimpinan kubu pro independen Carles Puidgemont masih berada di Belgia, setelah melarikan diri dari Barcelona karena ancaman penahanan yang dikeluarkan pemerintah pusat di Madrid. Pemerintah Spanyol menuduh Carles Puidgemont dan tokoh-tokoh partainya melakukan makar, setelah mereka melangsungkan referendum kemerdekaan 1 Oktober lalu sekalipun Madrid dengan tegas melarangnya.

Yang jadi taruhan dalam krisis dalam negeri Spanyol ini adalah perkembangan ekonominya. Kawasan Catalonia, terutama ibukotanya, Barcelona, adalah salah satu tujuan wisata utama dunia. Setelah terjadi sengketa berkepanjangan, angka wisatawan turun drastis. Selain itu, sekitar 3000 perusahaan telah memindahkan kantor pusatnya dari Catalonia ke kawasan lain.

Melarikan diri ke Brussels

Setelah memenangkan referendum 1 Oktober lalu, para pemimpin separatis bersikeras mendeklarasikan kemerdekaan Catalonia. Tanggal 27 Oktober, parlemen Catalonia mendeklarasikan kemerdekaan secara sepihak.

Langkah itu segera dijawab oleh pemerintah Spanyol dengan sanksi drastis: Pembekuan pemerintahan regional dan pembubaran parlemen. Para pemimpin kubu separatis kemudian dinyatakan sebagai buron karena melanggar konstitusi. Beberapa tokoh pro independen juga dituduh memperkaya diri dari kas negara.

Presiden Catalonia Carles Puigdemont beserta beberapa pejabat tinggi kemudian melarikan diri ke Belgia, menghindari penahanan atas tuduhan pemberontakan, penghasutan dan penyalahgunaan dana publik. Sementara wakilnya Oriol Junqueras yang memutuskan tidak melarikan diri kini berada dalam tahanan menunggu penyelidikan atas tuduhan yang sama.

Persaingan ketat

Oriol Junqueras tetap melakukan kampanye dari penjara dengan mengirimkan pesan dan bahkan puisi kepada para pendukungnya lewat media sosial. Dalam beberapa jajak pendapat, ERC memimpin prediksi perolehan suara.

"Jika seorang pemimpin pergi, yang lain mengambil tempat mereka," kata Marc Botey, seorang musisi berusia 47 tahun yang mendukung partai separatis ERC. Dia menegaskan, Catalonia akan tetap merdeka, siapa pun yang terpilih menjadi pemimpin.

Sementara partai pro persatuan dengan Spanyol, Ciudadamos, menjelang hari-hari terakhir makin menguat. Menurut jajak pendapat, mereka menempati peringkat kedua, namun tidak terpaut jauh lagi dari ERC. Ciudadamos dipimpin oleh Ines Arrimadas, seorang wanita berusia 36 tahun yang karismatik.

Hasil awal penghitungan suara baru diharapkan pada malam hari waktu setempat.

hp/vlz (afp, dpa, rtr)




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed