Video 20Detik

Video Aksi Brutal Teroris KKB di Pegunungan Bintang Papua

detikTV - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 18:04 WIB
Jakarta -

Kelompok teroris KKB melakukan aksi perusakan Puskesmas Kiwirok dan fasilitas umum lainnya di Distrik Okhika, Pegunungan Bintang, Papua pada Senin (13/9). Mereka juga menganiaya dan menendang tenaga kesehatan (nakes) hingga masuk jurang.

Aksi anggota teroris KKB diungkapkan seorang nakes yang selamat, Marselinus Ola Attanila. Dia bersama 8 nakes lainnya tiba di Jayapura usai dievakuasi menggunakan helikopter TNI, Jumat (17/9/2021).

Semua bermula pada Senin (13/9), pada pukul 07.00 WIT, nakes Puskesmas Kiwirok mendapat informasi dari masyarakat bahwa teroris KKB akan menyerang TNI-Polri. Saat itu, para nakes diminta tetap tenang dan bersiaga untuk memberi perawatan korban luka dari penyerangan.

Pada pukul 09.00 WIT, terjadi baku tembak antara TNI-Polri dengan teroris KKB. Nakes tetap bersiaga di puskesmas.

"Jadi kami nakes tidak berpikir takut karena sudah ada pernyataan KKB untuk membantu mereka kalau ada yang terluka saat terjadi kontak tembak dengan TNI," ungkap Marselinus.

Tapi teroris KKB bohong. Pada sekitar pukul 09.05 WIT, anggota teroris KKB menyerang puskesmas. Mereka memecahkan kaca-kaca dan menyiram bensin serta membakar puskesmas.

"Pada pukul 9.10 WIT mereka semakin brutal, mereka masuk ke dalam barak dokter dan menyerang petugas, sehingga para nakes memilih keluar dari barak dokter secara kocar-kacir," ungkap Marselinus.

Melihat para nakes melarikan diri dari puskesmas yang terbakar, anggota teroris KKB mengejar.

"(Nakes) Lukas bersama Suster Siti, Dokter Geral lari ke arah Mado lalu dihadang teroris KKB dan dipukuli dengan balok kemudian digiring ke jurang dan ditendang jatuh ke jurang," imbuhnya.

Para teroris KKB mengira 3 suster yang pingsan itu telah tewas. Mereka menendang 3 suster itu ke dalam jurang sekitar 300 meter. Satu dari 3 suster itu, yakni Suster Gabriela, akhirnya tewas akibat penganiayaan teroris KKB.

"Dokter Geral Sukoi didorong ke jurang dan hingga saat ini belum ditemukan," imbuhnya.

"Kami berada dalam jurang selama 3 hari dan pelan-pelan naik ke atas dan ditemukan anggota TNI dan satu per satu dari nakes bisa terselamatkan oleh TNI," pungkasnya.

(/)