Video 20Detik

BMKG: Fenomena Cuaca Gelombang Panas Tak Terjadi di Indonesia

detikTV, dtv - detikNews
Minggu, 01 Agu 2021 22:34 WIB
Jakarta -

Badan Meteorologi Dunia melaporkan terjadinya gelombang panas di wilayah Amerika Utara yang memecahkan beberapa rekor suhu tertinggi. Namun BMKG sebut secara geografis, Indonesia tidak terjadi fenomena cuaca yang dikenal dengan Gelombang Panas itu.

Sejumlah wilayah di Amerika Utara memecahkan beberapa rekor suhu tertinggi, seperti di wilayah British Columbia Kanada setinggi 49.6 °C dan 47.7 °C di Phoenix Arizona pada pertengahan bulan Juni. Kondisi ini berdampak luas pada kehidupan manusia maupun ekosistem. Gelombang panas di Eropa juga sedang berlangsung dengan suhu yang diprediksi mencapai 40-45 derajat Celcius di sebelah selatan.

Gelombang panas atau "heatwave" adalah sebuah fenomena cuaca naik lebih dari 5 derajat Celcius dari rata-rata suhu maksimum harian. Kondisi ini terjadi selama 5 hari atau lebih secara terus-menerus. Kondisi ini bisa terjadi akibat dinamika atmosfer yang menyebabkan aliran udara tidak bergerak pada suatu wilayah yang luas.

Lalu, bagaimana dengan kondisi di Indonesia. "Di wilayah Indonesia tidak terjadi fenomena cuaca yang dikenal dengan Gelombang Panas tersebut. Yang terjadi di Indesia adalam kondisi suhu panas harian," ungkap Kedeputian Klimatologi BMKG. Hingga akhir Juli 2021, sebagian besar wilayah Indonesia telah masuk musim kemarau. Meski demikian hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah. Secara geografis, Indonesia berada di wilayah ekuator yang memiliki karakteristik dinamika atmosfer berbeda dengan wilayah lintang menengah-tinggi.

Sehingga dapat dikatakan wilayah Indonesia tidak terjadi fenomena cuaca yang dikenal dengan Gelombang Panas itu. Kondisi yang terjadi di wilayah Indonesia adalah suhu panas harian.

(/)