Video 20Detik

Viral Ambulans Tertahan Iringan Mobil Pejabat di Jakut

detikTV, dtv - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 14:43 WIB
Jakarta -

Viral di media sosial laju mobil ambulans diduga tertahan karena ada iring-iringan mobil pejabat. Kejadiannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dalam video tersebut, ambulans Puskesmas Cilincing sedang dikawal sejumlah pemotor. Perekam video mengatakan jika rombongan ambulans tersebut ditahan oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub).

"Guys ambulans tidak menjadi prioritas, Guys. Kita ditahan, kita ditahan. Masuk saja. Pak, emergency, Pak, emergency, Pak, emergency, emergency, emergency. Status merah, Pak, nggak dikasih jalan," ucap seseorang yang merekam video tersebut seperti dilihat detikcom, Jumat (25/6/2021).

Peristiwa itu dibenarkan oleh Kepala Suku Dinas (Sudin) Perhubungan Jakarta Utara, Harlem Simanjuntak. Menurutnya, petugas di lapangan sudah bekerja sesuai tugasnya.

"Petugas yang jaga di lokasi sebelum ambulans lewat sudah melakukan pengaturan lalin sesuai tupoksinya dan penutupan bukan saat ambulans di lokasi dilakukan penutupan," kata Harlem melalui pesan singkat.

Harlem menyebut iring-iringan pejabat tersebut tak bisa diberhentikan secara mendadak.

"Rangkaian tidak bisa secara tiba-tiba diberhentikan karena kendaraan di belakang yang ikut rangkaian pasti mengikuti kecepatan kendaraan di depannya. Sehingga perlu ada pengaturan di lokasi supaya tidak terjadi tabrakan," tuturnya.

"Pada saat diatur untuk memperlambat rangkaian yang tersisa, saat yang bersamaan ambulans sudah dekat dengan petugas dan rangkaian, sehingga di saat itulah ambulans berhenti sesaat sambil petugas menahan rangkaian yang masih tersisa," sambungnya.

Harlem pun memastikan bahwa ambulans tetap diprioritaskan untuk melintas. Ia menampik jika petugas lebih memprioritaskan iring-iringan mobil pejabat.

"Bukan memprioritaskan rangkaian, tapi tetap memprioritaskan ambulans, namun karena saat itu ada rangkaian sebelum ambulans di TKP, maka perlu ada pengaturan supaya semua selamat, aman. Ambulans dan damkar itu harus selalu menjadi prioritas dan petugas di lapangan sudah mengerti dan memahami tentang hal itu," imbuhnya.

(/)