d'Rooftalk

Pengusaha Truk Keluhkan Pungli dari Hulu Hingga Hilir

detikTV, detikTV - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 19:57 WIB
Jakarta -

Pengusaha truk logistik Kyatmaja Lookman mengungkapkan aksi pungutan liar (pungli) tidak hanya dirasa pengemudi truk. Pungli juga menjadi problematika yang dikeluhkan pengusaha truk dari dahulu.

"Yang dikatakan Mas Agung itu perspektif pengemudi, kalau kita lebih banyak yang di belakang layar. Kita juga mengalami dari dulu. Dari dulu keberadaan Kamselindo berangkat dari keprihatinan isu ini. Tadikan pungli, premanisme, pembajakan, bajing lompat masalah yang masih terjadi sampai saat ini," ujar pengusaha truk Kyatmaja Lookman dalam acara d'Rooftalk detikcom, Kamis (16/6/2021).

Kyatmaja mengatakan aksi pungli bisa terjadi dari unsur pemerintah hingga swasta yang berada di lingkungan pelayanan masyarakat. Namun belakangan pungli dinilai sudah menjadi kebiasaan.

"Saya kasih contoh di depo itu bisa dilakukan teman-teman di sektor swasta juga mereka melayani masyarakat. Ya tetapi itu kebanyakan pungli itu dilakukan sesuatu untuk buat tidak nyaman untuk memberikan sejumlah uang," ujar pria yang jabat Ketua Umum Keamanan dan Keselamatan (Kamselindo).

Lebih lanjut, Kyatmaja mengkritik juga kebiasaan supir truk yang memberikan uang pungli untuk dapat kemudahan. Sedangkan pengusaha sendiri telah merencanakan kebutuhan pengeluaran dari awal bongkar muat sampai kembali lagi ke garasi.

"Kadang-kadang teman pengemudi itu juga asal kasih itu juga menjadi keprihatinan kita. karena aktivitas kita ini mulai dari truk berangkat sampai bongkar, aktivitas kita mulai dari garasi sampai ke garasi," paparnya.

Kyatmaja mengatakan presiden pernah menegus soal pungli sebelumnya. Namun tidak ada solusi nyata untuk menghilangkan pungli.

"Beberapa waktu lalu presiden pernah menegur ini, saya ingat temennya mas Agung, mas Agus Yudha jalan dari Sidoarjo diterima presiden ditanggapi wakapolri beberapa waktu lalu pernah diadakan saber pungli tapi memang konsistensi yang kita harapkan ini," pungkasnya.



Simak Video "Budaya Pungli di Pelabuhan Priok"
[Gambas:Video 20detik]
(edo/hnf)