Video 20Detik

Kekecewaan Euis, Dua Kali Gagal Berangkat ke Tanah Suci

detikTV, Dian Firmansyah - detikNews
Sabtu, 05 Jun 2021 11:08 WIB
Jakarta -

Pemerintah secara resmi membatalkan pemberangkatan calon jamaah haji 2021. Pembatalan ini adalah yang kedua kalinya, seiring dengan belum berakhirnya pendemi Covid-19. Suara kekecewaan pun muncul dari kalangan calon jemaah haji.

Euis Aisah salah satunya. Calon jemaah haji asal Desa Sindang Sari, Plered, Purwakarta itu kembali harus bersabar menunggu, setelah dua kali jadwal keberangkatannya dibatalkan. Padahal, ia mengaku sudah 9 tahun menunggu untuk bisa sampai ke tanah suci.

Pada tahun tahun 2019 Euis termasuk jemaah yang waktu pemberangkatannya diundur ke tahun 2020. Kala itu, kebijakan pemunduran keberangkatan sebagian jemaaah dikarenakan pengurangan kuota dari Arab Saudi, sebagai imbas renovasi besar-besaran Masjidil Haram.

Asa Euis kembali belum terwujud di tahun 2020. Pemerintah Indonesia meniadakan pemberangkatan haji di tengah pandemi Corona mulai merebak di seluruh dunia.

Setahun berselang, badai pandemi belum mereda. Pemerintah lagi-lagi meniadakan pemberangkatan haji. Wanita berusia 61 tahun itu pun kembali menelan kekecewaan, menyimpan koper-kopernya yang sudah siap dibawa ke tanah suci.

"Kita mah ikut prosedur dari pemerintah saja, kalo kecewa ada cuma ya bagaimana, aturan pemerintah aja yang saya ikutin, daftar bulan September tahun 2012, nunggu 9 tahun, kalo waktu daftar katanya 2019 berangkat tapi tidak katanya 2020, tidak ada pemberangkatan sekarang tahun 2021 tidak ada pemberangkatan juga, dua kali gagal berangkat, ya setuju dan tidak setuju", ucap Ibu Euis

Niat Euis menunaikan rukun iman kelima masih tersimpan kuat. Terlebih Almarhum suaminya meninggal dunia pada 2020, sebelum niat haji bersama urung tercapai.

"Tahun depan harus berangkat, faktor usia, bagaimana kalo kayak almarhum, almarhum tidak bisa melaksanakan ibadah haji, iya berangkat berdua ama suami, bapak meninggal dilimpahkan ke anak, setuju hasil musyawarah dengan keluarga, bapak meninggal harusnya 2020 berangkat", ungkap Euis.

(/)