Sidney Jones: Pasutri Bomber Memilki Hubungan Dengan Rizaldi Yang Tewas Tertembak

detikTV, detikTV - detikNews
Rabu, 31 Mar 2021 13:38 WIB
Jakarta -

Pengamat terorisme Sidney Jones menyatakan pasangan suami-istri dengan inisial L dan YSF yang menjadi pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar memiliki hubungan dengan terduga teroris Rizaldi yang tewas tertembak pada 6 Januari 2021. Saat itu, Rizaldi bersama Ajis tewas tertembak Densus 88 di Villa Mutiara, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Rizaldi dan Ajis sendiri memiliki hubungan keluarga sebagai mertua dan menantu.

Dalam program D'Rooftalk:'Teror Bomber Milenial' (30/3), Sidney menyatakan Rizaldi juga mempunyai hubungan dengan pasangan suami-istri berkewarganegaraan Indonesia Rullie Rian Zeke dan Ulfah Handayani Saleh yang menjadi pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Zolo, Filipina dan menewaskan 22 orang pada 27 Januari 2019 lalu. Sidney menekankan peran Rizaldi, Rullie dan Ulfah yang telah tewas dapat digunakan untuk memahami pemboman yang dilakukan L dan YSF.

Selain itu, Sidney menambahkan ada 4 kakak beradik yang memiliki hubungan keluarga dengan Rullie dan Ulfah dalam penangkapan terduga teroris di Villa Mutiara, Makassar pada periode Januari - Februari 2021. Untuk itu, Sidney kemudian menyoroti peran Rizaldi dan mempertanyakan apakah motivasi pemboman Gereja Katedral Makassar yang dilakukan L dan YSF merupakan balas dendam atas kematian Rizaldi.

Sementara terkait dugaan adanya skenario besar di balik pemboman Gereja Katedral Makassar, Sidney menilai dugaan tersebut tidak tepat dan menyatakan pasangan suami-istri Rulli dan Ulfah serta Ustaz Basri merupakan tokoh kunci untuk memahami rentetan peristiwa aksi teror. Ustaz Basri sendiri adalah pimpinan pondok pesantren Arridho yang sempat memimpin baiat kepada ISIS dan telah meninggal dunia di Lapas Nusakambangan terkait kasus terorisme.

Lebih lanjut, Sidney mengharapkan semua pihak agar hati-hati dalam menggunakan istilah Jamaah Ansharut Daulah (JAD) karena istilah tersebut kini menjadi multitafsir. Menurutnya, istilah JAD bisa dipakai sebagai istilah yang merujuk kepada siapa saja yang pro-ISIS atau secara khusus mengarah kepada organisasi yang didirikan Aman Abdurrahman pada November 2015 di Malang, Jawa Timur.

Saat itu, JAD Aman Abdurrahman memiliki cabang di beberapa wilayah di Indonesia. Namun, JAD yang sekarang sudah terfragmentasi, menjadi sel otonom dan tidak memiliki koordinasi antar wilayah.

Sementara di Makassar, ada dua hingga tiga kelompok yang menamakan diri JAD Makassar. Sidney menyatakan selain kelompok Ustaz Basri yang mengklaim sebagai JAD Makassar, ada juga kelompok sempalan lain yang ditangkap pada 2018 menamakan diri JAD Makassar. Untuk mengidentifikasinya, Sidney menyatakan agar melihat siapa pimpinan atau ketua masing-masing kelompok.

Sementara terkait dengan penangkapan terduga teroris di Jakarta dan Bekasi baru-baru ini, Sidney mengaku belum memiliki informasi adanya hubungan atau keterkaitan dengan terduga teroris yang ditangkap di Makassar.

(hnf/hnf)