Lebih lanjut mantan wakil ketua umum Partai Gerindra ini menyebut masa jabatan presiden 2 periode tidak cocok diterapkan di Indonesia yang terbiasa dengan sistem monarki atau kerajaan. Arief menduga masa jabatan dua periode terjadi karena Amien Rais yang menjabat Ketua MPR di masa reformasi meniru sistem di Amerika Serikat yang memiliki budaya dan sejarah berdasarkan kaum imigran dan berbeda dengan Indonesia.
Arief menyebut demokrasi di Indonesia seperti pemerintahan hingga partai politik terbiasa dengan sistem kerajaan. Menurutnya, banyak partai politik yang bercorak partai dinasti dan rakyat Indonesia terbiasa diperintah oleh presiden dalam waktu lama. Arief mengklaim hal itu tidak menjadi masalah bagi rakyat kecil asal penguasa tidak membuat rakyat susah dan menyakiti hati rakyat.
Selain itu, Arief juga mengatakan masa jabatan presiden 3 periode membuka peluang terjadinya el clasico antara Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) versus Joko Widodo (Jokowi). (hnf/hnf)











































