Video 20Detik

KSAD Ungkap Sosok Eks Atlet Voli Aprilia Manganang Seorang Pria

detikTV, dtv - detikNews
Selasa, 09 Mar 2021 18:47 WIB
Jakarta -

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa, menjelaskan soal sosok eks atlet voli perempuan Sersan Dua (Serda) Aprilia Manganang. KSAD menyebut, Serda Aprillia adalah seorang laki-laki sejak lahir dengan kelainan hipospadia alias kelainan letak lubang kencing.

"Saat dilahirkan dia punya kelainan pada sistem reproduksinya, Hipospadia," ujar Jenderal Andika saat menyampaikan keterangan pers di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat, Selasa (9/3/2021).

Andika menjelaskan kelainan yang dialami Aprilia baru diketahui pada 3 Februari 2021. Saat itu, Aprilia Manganang dipanggil khusus untuk menjalani pemeriksaan medis di RSPAD Gatot Subroto.

Dari hasil rekam medis, diketahui tubuh Aprilia mengandung hormon testosteron yang tinggi. Pemeriksaan tersebut juga tak mendapati organ tubuh yang umumny dimiliki perempuan.

Sementara dari hasil penelusuran riwayat, saat dilahirkan keluarga Aprilia Manganang dan paramedis yang membantu tidak paham dengan jenis kelainan hipospadia. Saat itu, Aprilia langsung dinyatakan sebagai perempuan lantaran alat kelamin yang dimilikinya sedikit berbeda dengan laki-laki pada umumnya.

"Sebetulnya kelainan pada sistem reproduksi ini cukup sering terjadi, jadi bahkan menempati peringkat kedua dari jumlah kasus yg biasa terjadi untuk kelahiran bayi laki-laki," papar Jenderal Andika.

Usai hasil pemeriksaan keluar, Andika mengaku telah bertemu dan menjelaskan hasilnya kepada Aprilia Manganang. Bahkan, Andika menawarkan anak buahnya itu untuk menjalani operasi atau correction surgery di rumah sakit yang sama.

"Jadi saya konsultasi tawarkan apa yang bisa kami bantu untuk dia. Akhirnya Sersan Manganang rupanya sambil dengan excited. Ini yang ditunggu-tunggu, saya hadirkan tim RSPAD, kemudian lakukan pemeriksaan lengkap dengan menggunakan seluruh fasilitas kesehatan kami," papar Andika.

Aprilia Manganang disebut telah menerima seluruh hasil pemeriksaan medisnya. Ia bersyukur dan setuju untuk melakukan operasi perbaikan, sebagaimana yang disarankan Jenderal TNI Andika Perkasa.

"Saya berterima kasih ke dokter yang sudah membantu saya. Saya sangat bahagia selama 28 tahun saya menunggu keinginan saya dan akhirnya tahun ini bisa tercapai. Izin terima kasih bapak," kata Aprilia lewat sambungan secara virtual.

(/)