Video 20Detik

Menkes Sampaikan Hasil Pertemuan Tertutup Jokowi dengan Anies Cs

detikTV, dtv - detikNews
Kamis, 04 Feb 2021 12:11 WIB
Jakarta -

Presiden Jokowi gelar rapat bersama 5 kepala daerah, termasuk Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Mereka membahas strategi dalam menekan angka kasus Covid-19.

Lima kepala daerah yang diundang Presiden Jokowi, yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, serta Gubernur Bali Wayan Koster. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin turut hadir dalam pertemuan yang digelar pada kemarin Rabu (3/2/2021).

Menkes mengungkap Presiden dan para kepala daerah menyoroti cara negara-negara sahabat dalam mengatasi pandemi Covid-19. Beberapa negara yang menjadi rujukan adalah Cina dan India, yang memiliki populasi besar seperti halnya Indonesia.

"Bapak Presiden kemarin mengundang lima gubernur untuk berdiskusi mengenai pandemi Covid-19 ini. Saya kebetulan diminta mendampingi beliau dan melihat bagaimana kita bertukar pengalaman, melihat bagaimana Cina bisa mengatasi pandemi ini," papar Budi saat jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (4/2/2021).

Hasil pertemuan Presiden Jokowi dengan para gubernur menyimpulkan perlunya upaya menekan laju penularan Covid-19. Cara itu dinilai efektif untuk mengatasi pandemi.

"Agar kita bisa mempersiapkan lebih baik, sarana kesehatannya ada, agar seluruh rumah sakit kita juga tidak terlalu terbebani dan juga kita bisa menyiapkan diri dengan program vaksinasi. Tetapi misi utamanya perang menghadapi pandemi ini adalah mengurangi laju penularan," tambah Menkes.

Sejauh ini upaya untuk menekan laju penularan Covid-19 sudah dilakukan di masing-masing daerah. Beberapa program, sebagaimana diungkap Menkes, berkelindan dengan kultur budaya di masing-masing daerah.

"Dan dari hasil diskusi kemarin dilihat banyak program yang sudah dilakukan seperti Jogo Tonggo, program Kampung Tangguh, program Desa Siaga yang dilakukan teman-teman di kabupaten, kodya, dan di desa-desa di provinsi-provinsi, yang sebenarnya sangat erat dengan budaya asli Indonesia dan sangat tepat untuk menjawab bagaimana kita mengatasi pandemi ini dengan mengurangi laju penularan virus ini," sambung Budi.

(/)