Video 20Detik

Penampakan Jasad Kiai Masih Utuh Meski Sudah Terkubur 3 Tahun

detikTV, dtv - detikNews
Jumat, 27 Nov 2020 15:12 WIB
Jakarta -

Jasad kiai di Sampang, Jawa Timur, didapati masih dalam keadaan utuh saat keluarga memperbaiki makamnya. Padahal, jasad dari Almarhum KH Ahmad Baidowi itu sudah dikebumikan sejak 3 tahun lalu.

Sebelumnya, makam Kiai Baidowi ambruk usai hujan deras pada Senin (23/11/2020). Anaknya, KH Sufyan Ahmad, beserta para santri melakukan perbaikan. Proses perbaikan dilakukan hingga harus menggali kembali liang lahat Kiai Baidowi.

"Pertamanya Hari Senin kemarin hujan luar biasa deras, tiba-tiba para santri itu tepat jam 12 siang salat berjemaah. Setelah turun, para santri melihat kuburan orang tua itu dan melapor jika asta (makamnya) kiai ambruk," papar Kiai Sufyan kepada detikcom, Jumat (27/11/2020).

Terus diperbaiki sama santri, kemudian banyak masyarakat yang datang saat itu. Karena itu amblesnya dalam. Oleh saya disuruh perbaiki sampai ke dalam. Ternyata di dalamnya, pembatas antara mayit itu ternyata patah semua. Tapi alhamdulillah mayitnya tidak berubah, masih utuh," sambungnya.

Melihat langsung jasad orang tuanya yang masih utuh, Kiai Sufyan mengaku terkejut. Keterkejutannya bertambah setelah rambut ayahnya juga ditemukan masih ada.

Dalam perbaikan makam, Kiai Baidowi yang dibantu santri dan masyarakat setempat juga mengganti kain kafan dengan yang baru. Proses ini tanpa memindahkan dan mengubah posisi mayat.

"Terus mayit tidak disentuh santri atau masyarakat. Memang tidak saya perbolehkan. Saya minta posisinya jangan diubah, jadi seperti yang ada," ucapnya.

Dari kisah putranya, sosok KH Ahmad Baidowi dikenal sebagai seorang pendakwah di lingkungan tempat tinggalnya di Dusun Banbalang, Desa Batoporo Barat, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura.

"Orang tua saya biasa-biasa saja. Cuma dalam kesehariannya bergaul dengan masyarakat. Biasanya orang tua saya setiap hari dan malam bermasyarakat mengajari orang mengaji, ngajar agama dan apa yang dibutuhkan masyarakat," kata Kiai Sufyan

KH Ahmad Baidowi yang dimakamkan di sisi uara Masjid Darul Iman juga senang bermasyarakat. Ia juga dikenal oleh sejumlah kiai dari kalangan Nahdatul Ulama (NU).

"Kalau kiai kampung yang jelas bermasyarakat, perjuangannya tidak pernah pamrih, baik itu perjuangan di masyarakat tidak menoleh ke kanan dan ke kiri. Beliau ikhlas sampai para kiai-kiai NU dan ormas lain mengirim pesan ke saya, mendoakan semoga perjuangan beliau yang jujur, ikhlas dan tanpa pamrih semoga diterima Allah," tambah Kiai Sufyan.

(/)