Polda Metro Gagalkan Penyelundupan 27 Kg di Speed Boat di Kepri

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 27 Mar 2020 17:29 WIB
Polda Metro Gagalkan Penyelundupan 27 Kg di Speed Boat di Kepri
Foto: Polda Metro Tangkap penyelundup narkoba (dok.istimewa)
Jakarta -

Subdit II Psikotropika Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu di Pulau Sumpat, Kepulauan Riau. Sabu sebanyak 27 kilogram itu diselundupkan lewat kapal speed boat.

Tiga orang tersangka berinisial JU (52), MZ (22), LOS (48) ditangkap pada Sabtu 21 Maret 2020. Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan, penangkapan ketiga bandar ini berawal dari penangkaan tersangka EM pada 10 Juli 2019, yang mengembang kepada tersangka JU dan LOS.

"Senin 2 Maret 2020 diketahui target JU melakukan pembelian mesin speed boat di PT RB, kemudian pada Selasa 3 Maret, JU dan LOS membeli kapal pancing kecil di wilayah Tanjung Berakit Bintan," kata Irjen Nana saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jumat (27/3/2020).

Selanjutnya, pada Senin (9/3), JU dan LOS memindahkan kapal pancing ke Tanjung Pinang. Di sana, mereka mengecat ulang speed boat untuk transaksi narkoba, untuk mengelabui petugas.

Setelah mendapat informasi dari tim di lapangan akan adanya penjemputan narkotika jenis sabu menggunakan speed boat dari Malaysia dengan rute dari Malaysia ke Bintan-Tanjung Pinang-Belitung-Jakarta, selanjutnya tim berkoordinasi dengan Subdit Narkotik Bea Cukai Pusat dan Kanwilsus DJBC Kepulauan Riau untuk melakukan pengejaran menggunakan speed boat BC 1288.



"Kemudian pada Sabtu 21 Maret 2020 Subdit II Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya bersama Tim Bea Cukai menggunakan speed boat BC 1288 melakukan penangkapan terhadap ketiga tersangka yakni JU, MZ dan LOS di Pulau Sumpat, Bintan, Kepulauan Riau," paparnya.

Dari ketiga tersangka, disita barang bukti 2 galon warna biru. Saat dicek, ternyata galon tersebut berisi 26 bungkus sabu seberat total 27 kg.

"Dari keterangan tersangka JU bahwa barang bukti sabu tersebut akan dibawa ke Jakarta bersama tersangka MZ dan LOS dengan menggunakan kapal pancing hijau," tandasnya.

Saat ini ketiga bandar tersebut sudah ditahan di Polda Metro Jaya. Mereka dikenakan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 115 ayat (2) lebih pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

(maa/mei)