"Isu lokal yang akan diperjuangkan secara nasional adalah soal guru bantu," kata Irwan di sela-sela kampanye PKS di Padang, Sumatera Barat, Rabu (1/4/2009).
Langkah kongkrit yang akan dilakukan Ketua Komisi X DPR tersebut adalah dengan mendorong pemerintah untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP). Nantinya, PP tersebut akan menjadi dasar bagi para guru bantu agar bisa diangkat menjadi pegawai negeri.
Pria asal Tanah Datar, Sumatera Barat, tersebut juga siap memperjuangkan perbaikan sistem dan sarana pendidikan di Sumatera Barat dan secara nasional. Termasuk pemulihan kawasan Tanah Datar yang dua hari lalu dilanda banjir bandang.
"Saya akan usulkan agar pemerintah daerah setempat mengajukan anggaran untuk bencana untuk pemulihan sekolah," kata politisi kelahiran 20 Desember 1963 ini.
Menurut Irwan, tidak perlu prosedur yang panjang untuk mengajukan anggaran tersebut. Alasannya, pemerintah sudah menyiapkan alokasi khusus dalam APBN untuk penanggulangannya.
"Nanti akan kita petakan daerahnya baru kita tentukan sistem perbaikannya," tambah bapak 10 anak ini.
Terkait strategi kampanye, Irwan mengaku tidak ada persiapan khusus. Meski ia akan berhadapan dengan menantu Fahmi Idris dari Golkar Poempida Hidayatullah dan Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon, ia menjalankan sistem kampanye secara sederhana saja.
"Yang penting kita menyentuh langsung pada rakyat dengan berbuat sesuai akhlakul karimah," pungkas doktor training management dari Universiti Putra Malaysia ini.
(mad/nrl)











































