Nur Azizah berangkat dari daerah pemilihan VI meliputi Kabupaten Tulungagung, Kota Kediri, Kota Blitar, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Blitar, dengan nomor urut 2 untuk DPR RI.
Impian ke depan istri Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail, ini adalah memperjuangkan kaum perempuan. Sebab selama ini perempuan, kata dia, masih terpinggirkan dalam bidang pendidikan dan bidang lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika terpilih menjadi wakil rakyat dan berkantor di Senayan, Azizah mengaku sudah mempunyai program pemberdayaan perempuan. "Semangatnya perempuan harus lebih maju. Tidak lagi terpinggirkan dalam bidang pendidikan ataupun perekonomian," tuturnya.
Saat ini masyarakat sudah teracuni dengan siaran televisi yang kebanyakan kurang mendidik. Dia ingin para orangtua terutama kaum perempuan untuk mempunyai filter yang kuat sehingga bisa mengelola keluarganya dengan baik.
"Siaran televisi sekarang ambaradul dan meracuni pikiran orangtua. Sebagai orangtua harus punya filter untuk menyaring," ungkapnya.
Perempuan berjilbab ini menegaskan dirinya tidak takut bersaing dengan caleg laki-laki. Dia siap bertarung memperebutkan suara. Targetnya 200 ribu suara bisa dia raih dari Kediri dan sekitarnya. "Artinya siap bertarung, bersaing untuk merebutkan suara," tandasnya.
Dia menambahkan, dirinya maju sebagai caleg dari PKS tidak mengganggu kinerjanya sebagai istri orang nomor satu di Depok, Jawa Barat.
"Hari kerja saya di Depok, akhir pekan di Jawa Timur. Sepanjang ini tidak menganggu," pungkasnya.
Rencananya, Minggu (22/3/2009) besok caleg DPR RI ini akan bertemu kader, caleg PKS Kabupaten Kediri dan Pengurus Salimah di TK Nurul Islam, jalan Lesti II, Cangkring Pare. Siangnya, dilanjutkan pertemuan dengan Muslimat NU di Jalan Puncu, Purworejo, Pare.
(wln/asy)











































