"Sekarang setiap Jumat sore setelah tugas-tugas DPR selesai semua, saya langsung meluncur ke dapil. Mengadakan pertemuan, konsolidasi partai dan sosialisasi pelaksanaan pemilu. Biasanya sampai hari Senin pagi baru kembali ke Jakarta, demikian seterusnya," kata Cak Imin panggilan akrab Muhaimin pada detikcom, Selasa (3/2/2009).
Menurutnya, keputusan MK sangat mendukung untuk menjadikan partai semakin rasional dan modern. Alasannya, semua aktivis partai akan mendapatkan sesuai dengan hasil kerja kerasnya bersama rakyat dan konstituen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai partai yang telah memiliki basis massa yang jelas, lanjut Muhaimin, caleg-caleg PKB tidak terlalu sulit untuk mencari dukungan meski dengan suara terbanyak. Namun, kebijakan baru ini harus ditindaklanjuti dengan sosialisasi yang mantap kepada para pemilih agar tidak salah dalam memberikan suaranya.
"PKB kan jelas pendukungnya, hanya tinggal menyesuaikan dengan kebijakan baru soal mencontreng dan suara terbanyak. Sekarang tergantung dari para caleg yang ada. Apakah mau bersosialisasi dengan rakyat atau tidak. Kalau ingin jadi, ya jangan pernah capek," papar caleg no 1 dari dapil Jatim I ini.
Saat ditanya mengenai beratnya persaingan di dapil Jatim I karena diisi kader-kader partai kelas I, Cak Imin tetap yakin dengan dukungan rakyat kepada PKB dan dirinya.
"Tahun 2004 lalu, kami dapat 3 kursi di dapil Jatim I ini, Insya Allah kami dapat mempertahankannya, tentu dengan tetap bekerja keras dan berdoa kepada Allah, setelah itu ya tawakal," ujar keponakan Gus Dur ini.
Bagaimana menyiasati berbagi suara dengan pada kader lainnya di dapil yang sama? "Kami motivasi semua kader untuk bersama-sama bekerja dengan tetap menjunjung tinggi suportivitas. Karena siapa pun yang bersaing, kan tujuannya untuk partai dan perjuangan kita,"kata Cak Imin.
(yid/nrl)











































